May 17, 2024

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Islam Solusi Menyelesaikan KDRT, Bukan Kesetaraan Gender

Oleh: Khairiyah ( Pontianak )

Kasus penganiayaan terhadap istri dan anak di Depok, Jawa Barat, yang berujung pada kematian anak merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang ekstrem, sebagai puncak dari kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini diungkapkan Anggota Komnas Perempuan Rainy Hutabarat. (republika.co.id, 06/11/22)

Menganggap kasus penganiayaan hingga meregang nyawa sebagai  bentuk kekerasan berbasis gender merupakan pendapat yang keliru. Justru pandangan ini mengaburkan penyebab kekerasan yang sebenarnya. Sebab, banyak juga fakta yang menjadi korban sesama gendernya. Bahkan nasibnya lebih mengenaskan.

Program Kesetaraan Gender adalah hasil dari sistem sekulerisme. Sekularisme adalah ide yang memisahkan antara agama dari kehidupan. Akibatnya mereka berfikir dan bertingkah laku sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Sehingga mereka mengalami krisis keimanan yang signifikan.

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sejatinya disebabkan kehidupan kapitalistik yang  membuat paceklik keluarga, gersang akan kasih sayang. Slogan rumahku adalah surgaku, bak panggang jauh dari api,

Menuding kekerasan terhadap istri dan anak adalah kekerasan yang berbasis gender , hanyalah gaungan para pegiat feminis. Masyarakat diminta untuk mendukung kesetaraan gender, padahal sejatinya hanya lah ilusi belaka.

Kehidupan kapitalistik inilah penyebabnya sistem dan kehidupan ini harus diganti. Islam dengan aturannya yang praktis seharusnya bisa diterapkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan negara. Karena sistem Islam tidak akan membiarkan kehidupan masyarakat terhimpit dan sulit, bahkan keluarga adalah pondasi masyarakat awal untuk membentuk pribadi Tangguh. Oleh karenanya, tegak nya sistem Islam secara kaffah haruslah menjadi dambaan setiap umat.[]

Wallahu a’lam bishawab