February 23, 2024

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Hilang Empati, Refleksi Ticket Yang Habis Sekejap

Oleh : Lathifah (Pontianak-Kalbar)

Antusiasnya masyarakat untuk berburu tiket Coldplay ini menunjukkan betapa masyarakat termasuk kaum muslimin saat ini terdampak pada gaya hidup hedonisme. Hari pertama War tiket konser Coldplay berlangsung sengit. Tiket banyak diburu bahkan kategori Ultimate seharga Rp11 juta sudah ludes dipesan dalam waktu 6 menit dalam penjualan presale sehari.

Sebelumnya Co-Founder dan COO PK Entertainment Harry Sudarma selaku pihak promotor sebelumnya mengatakan kepada CNNIndonesia.com, mereka menyediakan lebih dari 50 ribu tiket yang akan dijual untuk konser Coldplay di Jakarta. Pada rabu Presale BCA mulai 17 Mei 2023 pukul 10 pagi sampai 18 Mei 2023 pukul 11.59 WIB dan Public On-Sale mulai tanggal 19 Mei 2023 pukul 10 pagi. Kategori tiket dari seharga 800 ribu rupiah hingga 11 juta rupiah. (https://pifa.co.id/17/05/2023).

Antusiasisme masyarakat untuk berburu tiket konser Coldplay ini membuktikan betapa tingginya kesenjangan  kesejahteraan antara si kaya dan si miskin. Banyak yang tak merasa kesulitan merogoh kocek sekian juta hanya untuk kenikmatan duniawi sesaat, sedangkan disisi lain mayoritas masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan, sangat kesulian hanya untuk memenuhi kebutuhan asasi mereka.

Lewat war tiket ini juga menunjukkan kepada kita, matinya empati penyelenggara serta pihak pemberi ijin terhadap penderitaan sesama yang ditimpa berbagai problem kehidupan. Anehnya, yang mendukung terselenggaranya konser ini justru pihak penguasa yang mereka sendiri memahami bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi problem kemiskinan ekstrem yang musti segera dituntaskan.

Inilah yang terjadi ketika hidup diatur dengan sistem kapitalisme demokrasi yang mengagungkan konsep kebebasan individu dan keuntungan bagi kapitalis para pemilik modal. Padahal keuntungan secara materiil yang didapat dari penyelenggaraan konser ini tentu tak seberapa jika dibandingkan dengan kemudharatan yang terjadi.

Beda halnya dengan sistem Islam. Islam mengatur bagaimana seorang muslim menikmati hidup sekaligus berkewajiban memiliki empati atas nasib sesama. Islam juga mengajarkan skala prioritas atas amal dalam kehidupan. Hal ini akan dapat terwujud jika negara dapat menerapkan aturan Islam dan mencegah gaya hidup hedonisme dilakukan.

Islam juga mewajibkan negara menjamin terpenuhinya kebutuhan asasi atas setiap individu hingga tak akan ada jurang ketimpangan ekonomi yang sangat ekstrem antara si kaya dan si miskin seperti yang terjadi saat ini.[]