December 6, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Alfiyah (Pontianak Kalbar)

Belakangan ini, beberapa wilayah di Indonesia dilanda oleh peristiwa kemarau basah yang didalamnya ada cuaca ekstrem. Fenomena ini biasanya ditandai dengan suhu dingin di pagi hari, tetapi berubah menjadi panas di siang hari.

Salah satu dampak utama dari kemarau basah adalah curah hujan yang tiba-tiba lebat atau adanya tiupan angin muson yang kencang. Secara ilmiah, kedua bencana ini juga dapat disebut sebagai bencana hidrometeorologi, yaitu fenomena bencana terkait atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi) (tempo.com, 30/08/2022).

Terkait fenomena-fenomena tersebut, BMKG mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan sosialisasi yang lebih masif guna meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan pemerintah terkait pencegahan bencana-bencana hidrometeorologi, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan hujan lebat.

Selain perubahan iklim global yang menyebabkan kekeringan di Indonesia, adakah penyebab lain yang memicu adanya bencana kekeringan ini? Jawabannya ada. Apa saja? Beberapa penyebab terjadinya kekeringan di Indonesia diantaranya, letak geografis, minim daerah resapan, kerusakan hidrologis.

Selama ini peristiwa banjir dan kekeringan di musim kemarau dianggap hanya sebagai fenomena alam seperti intensitas hujan yang tinggi atau dianggap suatu siklus alam yang tidak bisa dihindari. Artinya manusia hanya menerima saja.

Memang benar adanya bahwa banjir dan kekeringan dapat digolongkan sebagai bencana alam namun sesungguhnya aktivitas dan faktor ulah manusia yang merusak alam itu sendiri juga bisa menjadi penyebab bahkan menjadi sumber terjadinya banjir dan kekeringan beberapa tahun belakangan ini. Hal ini dikarenakan mereka menerapkan sistem kapitalis, yakni sistem yang rakus dan serakah mengeksploitasi alam.

Pandangan sistem kapitalis tentu berbeda dengan Islam. Sistem kapitalisme yang telah merusak lingkungan, sistem Islam justru menjaga lingkungan karena itu merupakan tempat hidup manusia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman” Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan( akan dikabulkan.). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”(QS.Al_ A’raf:56).[]