April 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Romi Suradi (Intelektual Muslim)

Masih terlintas dibenak kita, Indonesia berulang tahun yang ke-75 dengan wabah Corona sebagai pendamping HUT kemerdekaannya. Hampir sebagian masyarakat Indonesia memperingati dengan berbagai aktivitas untuk menghargai jasa pahlawan yang telah memperjuangkannya. Upacara, berbagai perlombaan, hingga menggunakan pakaian adat dan seremonial lainnya agar disebut memiliki jiwa nasionalis dan tidak perduli pada wabah yang kian meresahkan.

Kemerdekaan ini diraih tentu dengan mengorbankan harta dan jiwa para pahlawan, hingga saat ini pun Indonesia masih berjuang mempertahankan kemerdekaannya dengan berbagai cara demi menjaga keutuhan NKRI, dan slogan “NKRI Harga Mati”.

Indonesia negeri sejuta budaya dan kekayaan. Namun sayang, kemerdekaan mungkin hanya dinikmati para penguasa dan kolega dengan mengesampingkan masyarakat jelata yang dibawah kasta. Seakan-akan kemerdekaan yang dicapai hanya sekedar sebagai pencitraan tanpa memiliki esensi yang nyata.

Bisa jadi kita lupa dengan sejarah yang terjadi pada 1 Muharram 15 abad yang lalu, perjuangan Nabi Muhammad saw, para sahabat dan para syuhada berlandaskan pada pondasi iman yang kokoh dan kuat. Kemerdekaan hakiki menjadi kenikmatan yang dirasakan oleh seluruh umat manusia yang ada di dunia ini, bukan sekedar kemerdekaan yang semu.

Muharram menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam, karena pada bulan ini adalah awal kemerdekaan bagi kaum muslim di seluruh dunia, dengan ditegakkannya hukum AllahSWT secara kaffah. Hijrahnya Rasulullah saw dari Mekkah menuju Madinah merupakan kehendak Allah SWT, tidak ada satu manusia pun yang mampu menghalangi kehendak Allah tersebut. Janji Allah SWT adalah benar tidak ada keraguan didalamnya.

Kemerdekaan hakiki menjadi impian dan harapan manusia, mereka sudah jenuh dan lelah dengan kondisi yang terjadi ketika Sekulerisme teleh membelenggu. Satu-satunya cara agar dapat meraih kemerdekaan hakiki adalah kembali kepada jalan-Nya tanpa alasan sedikit pun.

Hari ini kita mestinya mengenang sejarah tersebut dengan tetap bersemangat untuk terus berusaha berjuang dalam dakwah dalam rangka menegakkan kembali janji Allah SWT. Insya Allah, jejak peradaban baru akan dimulai, yaitu jejak Khilafah akan kembali terkuak kebenaran dengan ke-shahihan-nya. Semoga negeri ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Wallahua’lam.