July 31, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

97 tahun sudah umat Islam tidak lagi hidup dalam institusi pemerintahan Islam (Khilafah) yang mengatur mereka dengan hukum-hukum Islam yang bersumber dari al-quran dan sunnah Rasulullah saw. Hal ini, membuat umat Islam harus berada dalam realitas yang rusak dimana aturan yang mengatur meraka bukan berasal dari Islam tetapi dari asas Sekulerisme.

Dampak yang sangat memprihatinkan adalah turunnya taraf berfikir kaum muslimin sehingga menyebabkan lemahnya pemahaman mereka terhadap Islam. Diantara kelemahan tersebut adalah kaum Muslimin hari ini terjebak kepada realitas yang rusak dan menjadikan meraka pasrah terhadap realitas rusak ini, bahkan sampai menikmati dan tidak upaya untuk menggantinya dengan kondisi yang lain.

Akibat dari sikap pasrah pada realitas, muncul perkataan-perkataan yang membahayakan “jika tidak riba bagaimana mungkin bisa punya rumah mobil, punya modal usaha, karena realitas sudah seperti ini”. Begitu juga ketika ada ide dan gagasan ingin mengembalikan umat kepada puncak kejayaan dengan menjalankan seluruh syariat Islam dengan menegakkan institusi Khilafah muncul perkataan “kita belum siap untuk itu, masih jauh untuk itu, kita perjuangkan yang realistis saja”. Perkataan-perkataan demikian ini bisa muncul karena mereka terjebak dengan realitas rusak dan pasrah terhadap realitas tersebut.

Padahal Islam telah mengajarkan kepada kita untuk tidak pasrah terhadap realitas. Andai saja Rasulullah saw dan para sahabat pasrah terhadap realitas kondisi Mekkah yang juga rusak peradaban masyarakatnya tentu Islam tidak sampai kepada kita. Dalam sebuah hadist rasululullah Saw bersabda

Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” [HR. Muslim, no. 49].

Hadist di atas menjelaskan kepada kita bahwa kita tidak boleh pasrah terhadap realitas justru ketika menghadapi realitas yang rusak, maka kita diperintahkan untuk mengubah realitas itu. 
Imam Ad Daqaq Rahimahullah menyatakan siapa saja diantara manusia yang diam tidak membela kebenaran, maka dia laksana setan bisu. Hal ini semakin mejelaskan kepada kita, bahwa tidak boleh diam terhadap kemungkaran dalam hal ini diam terhadap realitas yang rusak.

Oleh karena itu sebagai seorang muslim tidak boleh pasrah dengan realitas yang rusak saat ini, yakni di tengah-tengah kehidupannya belum menerapkan aturan Islam. Umat Islam harus bangkit untuk merubah realitas yang rusak tersebut dan menggantinya untuk diubah dengan realitas yang sesuai dengan hukum Allah SWT. Mengganti ekonomi ribawi agar sesuai dengan Islam, mengubah pergaulan sekuler agar sesuai dengan Islam, serta mengganti sistem demokrasi dengan sistem Islam. Tentunya dengan cara yang telah di contohkan oleh Rasulullah Muhammad saw yang telah berhasil mengubah kondisi Jazirah Arab yang jahiliyah menjadi kondisi yang dipenuhi dengan aturan-aturan Islam.

Walahu’alam