October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Trijayanti (Pontianak-Kalbar)

Sejumlah guru honorer yang mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di kabupaten/kota di Kalimantan Barat, mengeluh lantaran nilai passing grade yang ditetapkan pemerintah terlalu tinggi. Sehingga hampir sebagian besar sejumlah guru honorer yang senior tidak lolos.

Sebagaimana yang terjadi pada kasus Hervina, misalnya. Ia sudah mengabdikan diri selama 16 tahun sebagai guru honorer namun dipecat gara-gara memposting gaji sebesar 700.000 ribu perbulan di sosial media. Dengan mediasi dan permintaan maaf dari kepala sekolah atas tindakan pemecatan tersebut. Dinas Pendidikan Bone pun memastikan Hervina kembali mengajar. (Kompas.com, 17/2/2021)

Namun tentu saja kembali mengajar hanyalah menjadi solusi jangka pendek yang tidak menyelesaikan akar permasalahan guru honorer, yaitu upah yang sangat minim dan tidak ada kepastian status kepegawaian. Apalagi sudah belasan tahun mengabdi.

Hal ini berbeda di dalam sistem Islam. Kepemimpinan Islam sanggup mencetak guru berkualitas dan generasi unggulan. Hal ini tercatat dalam sejarah peradaban Islam. Walau ustadz dan guru di masa itu sederhana hidupnya akan tetapi tinggi derajatnya karena ilmu yang dimiliki dan pengajaran yang dilakukan. Mereka pun digaji dengan jumlah yang besar dan sesuai.

Terhormatnya para guru atau orang yang berilmu sangat dijaga. Sampai-sampai seorang Khalifah atau kepala negara di masa itu harus mendatangi mereka dalam rangka untuk mendapatkan ilmu. Dan mewajibkan serta menasihati anak-anak mereka agar mau belajar dan menghormati para guru.[]

WalLahu’alam bisshawwab