September 27, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Heny Melisa (Pontianak, Kalbar)

Satuan Tugas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa vaksinasi cacar monyet diperuntukkan bagi orang-orang yang berisiko tinggi tertular penyakit tersebut. Ketua Satuan Tugas Monkeypox IDI Hanny Nilasari dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari Jakarta, menjelaskan bahwa orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan individu yang dikonfirmasi terserang cacar monyet atau cairan yang dikonfirmasi mengandung virus penyebab penyakit tersebut tergolong berisiko tinggi tertular cacar monyet. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa vaksinasi cacar monyet tidak akan dilakukan pada seluruh masyarakat seperti vaksinasi COVID-19 (kalbar.antaranews.com, 26/08/2022).

Mengerikan pula akibat sex bebas dan hubungan sexual sesama jenis menambah daftar panjang penyakit kelamin. Menurut aktivis muslim Dr. Abdullah Robin, dalam salah satu media dakwah ideologis internasional, Barat tampak malu-malu mengekspose aspek homoseksualitas sebagai penyebar penyakit cacar monyet. Ia menulis tentang seks secara umum, padahal data resmi Inggris menunjukkan bahwa hampir semua kasus cacar monyet terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria lain.

Sementara kita tahu bahwa di Barat jika bicara soal pembatasan aktivitas homoseksual, maka akan dituduh diskriminatif terhadap komunitas homoseksual. Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar sepertiga dari mereka yang terinfeksi virus telah berhubungan seks dengan 10 pria lain dalam 3 bulan terakhir. Jadi, masalahnya bukan dengan seks pada umumnya. Sebaliknya, cacar monyet sedang disebarkan oleh aktivitas homoseksual yang sangat bebas.

Untuk Covid-19, jelas Robin, Barat dapat menghentikan kontak seksual secara umum, dan sebenarnya semua jenis kontak. Namun, untuk cacar monyet, pemerintah Barat tidak akan menutup tempat pertemuan homoseksual atau mencegah puluhan ribu orang berkumpul untuk pawai kebanggaan tahunan.

Semakin kita sesalkan, Barat sedang “berjudi” dengan kesehatan planet ini atas nama liberalisme dan mengabaikan prinsip-prinsip ilmiah pengendalian infeksi. Ketika epidemi ini terus meluas, kaum liberal masih menuntut lebih banyak hak homoseksual tanpa memedulikan masyarakat luas.

Padahal jelas Rasulullah dalam hadisnya yang diriwayatkan ‘Abdullah bin ‘Umar telah memperingatkan tentang konsekuensi membiarkan amoralitas.

“Rasulullah saw. menoleh kepada kami dan berkata, ‘Hai Muhajirin, ada lima hal yang dengannya kamu akan diuji, dan aku berlindung kepada Allah agar kamu tidak hidup untuk melihatnya. Yang pertama, tidak pernah muncul kemaksiatan di antara suatu kaum sehingga mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali wabah dan penyakit yang tidak diketahui oleh para pendahulunya akan menyebar di antara mereka.”.[]