April 12, 2024

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Budaya Kekerasan Pada Generasi, Cermin Bobroknya Sistem Kehidupan

Oleh Nur Khalifah (Ketapang, Kalbar)

Kasus penganiayaan anak pejabat pajak Mario Dandy Satriyo, terhadap putra petinggi GP Ansor Jonathan Latumahina, David, memasuki babak baru. Penganiayaan secara brutal oleh Mario ini terjadi di sebuah perumahan di Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Senin (20/2) sekitar pukul 20.30 WIB (CNNIndonesia.com 25/02/2023).

Kekerasan pada generasi menjadi hal yang biasa. Faktanya kekerasan yang dilakukan pemuda ini sudah sangat meresahkan, apalagi dengan alasan remeh temeh, memperebutkan seorang wanita.

Hal ini menggambarkan ada yang salah dalam sistem kehidupan saat ini. Dikarenakan permasalahan sistemik, mulai dari gagalnya sistem pendidikan yang membentuk anak yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia dan memiliki kepribadian Islam serta lemahnya peran keluarga dalam meletakkan dasar perilaku terpuji hingga rusaknya masyarakat.

Hal ini akibat dari penerapan sistem yang tidak berlandaskan dari yang Maha Pemberi aturan Allah SWT. Sistem yang dianut sekarang adalah sistem sekuler yang menjauhkan anak muda dari agamanya sendiri dan menjadikan akal manusia sebagai penentu segala sesuatu sehingga mengabaikan ketakwaan dan memangkas akhlak mulia.

Berbeda dengan penerapan sistem Islam. Islam bukanlah hanya agama ritual saja yang mengatur kehidupan secara private. Tetapi Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk sistem sosial, pergaulan dan lain sebagainya.

Islam menjadikan akidah Islam sebagai landasan atas seluruh aspek kehidupan. Sehingga menyadari dunia adalah tempat menanam kebaikan untuk dipanen di akhirat kelak. Hal ini juga akan menjadikan setiap individu untuk selalu menjaga perilaku agar tetap berada dalam aturan Allah dan Rasul-Nya.

Islam juga akan meningkatkan kemampuan mendidik keluarga dan menata kelola media agar dapat berkontribusi dalam rangka peningkatan potensi belajar. Islam juga mewajibkan hukum syara’ diterapkan dan negara sebagai pilar yang menjaga umat untuk selalu dalam kebaikan.[]