September 27, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Nur Afifah (Pontianak-Kalbar)

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap seorang lelaki berinisal FAS atau Bendol (27) yang melakukan kejahatan seksual secara daring terhadap anak di bawah umur. Roberto mengatakan bahwa untuk mendapatkan nomor kontak para korban, FAS bergabung dengan sejumlah grup aplikasi WhatsApp setelah sebelumnya bergabung di sosial media Facebook (kalbar.suara.com, 12/07).

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikolog, Roberto menuturkan bahwa FAS melakukan aksinya secara sadar dan mengerti bahwa yang dilakukan ialah tindak kejahatan. Selain itu, aksi itu dilakukan untuk memenuhi hasrat seksual yang distimulasi terus menerus akibat menonton film porno sehingga FAS mengalami kepuasan ketika melakukan perbuatan tersebut.

Persoalan kekerasan seksual ini akan terus bergulir. Karena yang diambil adalah solusi pragmatis yang hanya tambal sulam saja. Bagaimana bisa pelaku yang berkeliaran akan bertobat jika rangsangan untuk membangkitkan hasrat seksual seperti film porno masih berseliweran bebas?  Sistem kapitalisme yang memiliki asas manfaat dan keuntungan memang sengaja melonggarkan aturan karna Blue Film merupakan sumber keuntungan.

Berbeda hal dalam islam. Semua bentuk rangsangan yang membangkitkan hasrat seksual akan ditutup, kemudian hukuman bagi pelaku tindak kejahatan seksual diberikan dengan tegas agar berdampak menjerakan. Lebih luas lagi setiap individu Muslim akan dijaga kondisi aqidah dan keimanannya agar senantiasa taat pada Allah melalui mekanisme pendidikan, pergaulan dan ekonomi yang berdasarkan Islam.[]