December 7, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Nanis Nursyifa

Indonesia menuju fase kronis Aqidah. Di negara yang mayoritas penduduknya Muslim (86,88% atau setara dengan 236,53 juta jiwa) ini, terus merasakan berbagai serangan terhadap agama khususnya Islam, baik serangan terhadap ajaran atau pemeluknya, yang berlangsung secara masif. Ada penghinaan, pelecehan, penodaan agama, kriminalisasi, kampanye negatif hingga serangan fisikpun sering terjadi. Masih hangat di perbincangkan, mencuat kasus Holywings.

Mengutip dari holywings.com, Senin, (6/8/2021), Holywings adalah sebuah usaha yang bergerak dalam bidang food and beverage dan didirikan tahun 2014 oleh PT Aneka Bintang Gading. Holywings menawarkan sebuah konsep beer house, klub malam, dan lounge yang dikemas secara atraktif. Holywings sendiri memiliki tiga gerai, yaitu gerai Holywings Club, Holywings Bar, dan Holywings Restaurant.

Sebagaimana yang dijabarkan diatas holywings tidak akan lepas dari miras, salah satu produk yang ditawarkan. Bukan hanya itu yang membuat kontroversi,  pasalnya Holywings sempat melakukan promosi produk minuman beralkohol dengan menggratiskan satu botol alkohol bagi calon konsumen yang memiliki nama Muhammad dan Maria.

Jelas ini melukai umat beragama khususnya Islam dan Nasrani. Nama yang diagungkan umat Islam dan umat Kristen itu telah mereka lecehkan kedudukannya. Meskipun pada akhirnya semua kasus pelecehan agama selalu diakhiri dengan permintaan maaf saja tanpa ada tindak lanjut hukum yang jelas.  

Holywings Indonesia akhirnya menyampaikan permintaan maaf terkait promosi minuman alkohol gratis khusus untuk pelanggan bernama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’. Dalam pernyataan terbuka, Holywings berbicara nasib 3.000 karyawan yang bergantung pada usaha food and beverage tersebut.

Holywings mulanya memohon dukungan dari masyarakat Indonesia agar perkara bermuatan unsur SARA itu segera diselesaikan sesuai prosedur hukum. Holywings mengatakan penyelesaian perkara secara hukum segera akan membantu para karyawan serta keluarga mereka.

“Holywings minta maaf. Kami memohon doa serta dukungan dari masyarakat Indonesia agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, demi keberlangsungan lebih dari 3.000 karyawan di Holywings Indonesia beserta dengan keluarga mereka yang bergantung pada perusahaan ini,” kata Holywings Indonesia dalam akun Instagram resminya seperti dilihat, Minggu (26/6/2022).

Sudah seharusnya ada ketegasan dari para penegak hukum agar bisa memberikan sanksi yang setimpal terhadap kasus yang sudah terjadi. Sudah seharusnya para penegak hukum bisa menjalankan hukum dengan sebaik mungkin agar ada efek jera bagi pelaku dan orang lain.

Ustadz Felix Siauw menyatakan bahwa kasus holywings ini adalah kasus yang terstruktur dan sistematis. Jika kasus ini tidak ada yang membantah adanya penistaan, ada kemungkinan kasus yang lebih besar akan terus digaungkan. Sasarannya tak lain umat islam. Hal ini disampaikan dalam diskusi seputar Holywings.

Penistaan agama ini hanyalah fenomena gunung es, artinya ada bahaya besar lainnya yang tak disadari oleh umat yaitu desakralisasi agama. Simbol-simbol agama dilecehkan, tidak ada masalah kalau kita bertentangan dengan aturan agama, orang-orang yang melakukan pelecehan terhadap agama dianggap biasa dan ini yang seharusnya orang Indonesia waspadai yaitu desakralisasi agama. Dan terbukti sekarang kemana opini hendak digiring. Lagi-lagi tak jauh dari upaya mereka mengkerdilkan simbol Islam melalui tokoh penting dan berpengaruh bagi umat islam yaitu Nabi Muhammad saw.

Maka dari itu kita sebagai umat islam, Allah SWT memerintahkan kita untuk senantiasa berfikir yang dibarengi dengan wahyu agar bisa mengindra fakta dengan kacamata Islam. Sehingga bukan hanya fakta terindra yang dapat kita lihat dan solusi sesaat, akan tetapi pengindraan kita harus bisa menembus dinding penghalang yang ada di depan mata, dan tentunya memberikan solusi jangka panjang. Hal ini berarti untuk umat dan ajaran Islam agar tidak terus menerus mengalami desakralisasi.[]

Wallahu’alam bis showwab