August 11, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Agustina (Aktivis Back to Muslim Identity)

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meluncurkan program Merdeka Belajar ke-21: Dana Abadi Perguruan Tinggi, di Kantor Kemendikbudristek, yang disiarkan secara daring, Senin (27/6/2022). Nadiem menegaskan, daya saing perguruan tinggi Indonesia dalam kancah persaingan global merupakan salah satu indikator pencapaian Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2020-2024.

Karena itu dukungan dana abadi pendidikan diperlukan untuk menunjang kualitas Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 111 tahun 2021 tentang Dana Abadi Pendidikan adalah dana yang bersifat abadi untuk menjamin keberlangsungan program pengembangan Pendidikan Nasional bagi generasi berikutnya yang tidak dapat digunakan untuk belanja.

Salah satu hasil pengembangan dana abadi pendidikan termasuk di dalamnya Dana abadi bagi Pesantren digunakan untuk program layanan yang meliputi pendidikan keagamaan dan pendidikan pesantren. Demikian tertulis (Pasal 13 poin d, dikutip Kamis 07/06).

Nadiem Karim juga menyatakan bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta, Indonesia memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan pendanaan di dunia pendidikan perguruan tinggi karena inovasi hanya dapat tercipta dengan kolaborasi.

Pembiayaan Model Kapitalis

Dana abadi pendidikan adalah model pembiayaan pendidikan ala sistem kapitalis.  Dana yang dialokasikan dari sumber terbatas dan mengatasnamakan sudah menjamin biaya pendidikan publik. Seterusnya pemerintah berlepas tangan dan menyerahkan minimnya dana tersebut kepada rakyat sehingga memperberat beban rakyat dalam masalah pendidikan.

Jika tidak pemerintah akan menyerahkan urusan pendidikan pada swasta hingga menggadaikan kepentingan negara dan publik. Karena swasta tidak akan pernah berpikir untuk melayani dalam menyediakan fasilitas pendidikan akan tetapi berpikir untung dan rugi yang berdasarkan manfaat.

Lebih parahnya lagi dana pendidikan abadi perguruan tinggi ini diusung untuk menguatkan kolaborasi antara Pemerintah, masyarakat dan sektor swasta dengan alasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia dalam rangka menunjang perguruan tinggi kelas Dunia. Tentunya, ini adalah bentuk kapitalisasi dalam bentuk ilmu pengetahuan, inilah realisasi merdeka belajar, dimana komersialisasi dan indrustrialisasi perguruan tinggi tidak terbendung.

Kebijakan-kebijakan tersebut digulirkan sebagai upaya untuk memalingkan paradigma pendidikan dari pelayanan menuju industrialisasi. Program merdeka belajar episode ke 21 ini hanya menyasar perguruan tinggi agar lebih mengesahkan keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah dengan dunia industry. Di bawah sistem pendidikan kapitalis-sekuler, pemerintah mendorong kebijakan agar mampu mengikuti arus perubahan dan kebutuhan yang link and match dengan kebutuhan industri. Hal ini juga sesuai dengan perkembangan kemajuan yang terjadi dan kebutuhan pekerja bagi pemangku kepentingan pengusaha.

Permasalahan pendidikan saat ini tidak bisa diabaikan dengan menganggapnya sebagai permasalahan teknis belaka. Pendidikan di negeri ini tidak akan pernah bangkit hanya dengan kelimpahan ilmu pengetahuan yang terjerat dengan kepentingan kapitalis. Akan tetapi dibutuhkan kesadaran masa depan umat yang hanya akan bangkit dengan pandangan hidup tertentu.

Sistem Pendidikan Islam

Peraturan di dalam perguruan tinggi butuh sebuah sistem yang berbasis ideologis dan mampu menyelesaikan problematika dalam dunia perguruan tinggi.  Adapun solusi yang dimaksud yaitu ideologis berlandaskan Islam. Pelaksanaan sistem politik Islam dan pembiayaan menjadi jaminan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan.

Pendidikan dalam Islam wajib berlandaskan Akidah Islamiyah, sehingga kebijakan dan aturan tersusun atas dasar asas Islam. Pendidikan fokus pada pembentukan dan persiapan  tugas yang mampu melayani kepentingan vital umat dan menjaga urusan-urusan umat, sehingga dengan demikian akan lahir intelektual Muslim untuk kepentingan masyarakat.

Sejarah Pendidikan Terbaik

Pendidikan Islam berlangsung sepanjang hayat di rumah, di tengah masyarakat dan di lembaga pendidikan. Pendidikan Islam telah sukses menjaga tsaqâfah dan identitas umat Islam sebagai umat terbaik yang pernah ada di dunia. Pendidikan Islam berhasil mempersembahkan peradaban luhur yang mencapai masa keemasan nan gemilang. Sistem pendidikan Islam menjamin pelaksanaan kebijakan pendidikan Islam yang menjaga tsaqafah dan identitas umat sekaligus membawa penerapannya ke seluruh dunia.

Pada masa lalu, seluruh umat manusia di dalam sistem Khilafah Islam dipengaruhi oleh tsaqafah Islam. Ini karena tsaqafah Islam dibawa oleh tentara yang sekaligus ulama ketika berada di wilayah yang ditaklukan. Mereka mengajarkan Islam dan bahasa Arab. Bahkan mereka membuka sekolah selain membuka pelajaran di masjid-masjid. Sekolah-sekolah ini diberi nama dengan nama para Sultan dan Khalifah yang mendirikannya, seperti sekolah “Shalahiyah” di Yerusalem yang dinisbatkan kepada Shalahudin Al-Ayyubi. Kala itu bentuk peradaban dan ilmu-ilmu yang tidak bertentangan dengan Islam dipelajari dan diambil.

Rasulullah saw. pun pernah mengirim orang untuk belajar industri manjanik ke negara yang sudah sukses membuatnya. Namun, Rasulullah saw. tidak mengirim orang untuk mempelajari moral dan nilai-nilai serta budaya Persia dan Romawi. Khalifah Umar bin al-Khattab pernah memasukkan format daftar kepegawaian ke dalam administrasi Khilafah Islam yang diambil dari Persia tanpa mentransfer budaya mereka.

Khilafah Islam akan memprioritaskan pendidikan dan menjalankan tanggungjawabnya. Ini sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasul saw. sebagai kepala Negara Islam di Madinah saat menetapkan tebusan bagi tahanan di Perang Badar dengan mengajarkan baca-tulis kepada sepuluh orang Muslim. Sebagai kepala Negara Islam, Rasulullah saw. menggratiskan biaya pendidikan dengan pembiayaan dari Baitul Mal.

Pada era Kekhilafahan Islam, Khilafah juga menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan seperti laboratorium, perpustakaan dan sarana lainnya pengetahuan. Khilafah pun mengawasi kurikulum di sekolah-sekolah dan universitas serta membuat satu kurikulum standar untuk negeri dan swasta. Khilafah tidak mengizinkan pendirian sekolah yang mengajarkan tsaqafah barat di negeri kaum Muslim. Khilafah pun memutus mata rantai lembaga-lembaga misionaris dan sejenisnya yang terjun dalam lembaga pendidikan dan berusaha untuk merusak generasi muda.

Khilafah Islam akan menyiapkan anak-anak Muslim menjadi ilmuwan, termasuk spesialis di semua bidang kehidupan baik dalam hukum Islam, ilmu fikih dan peradilan ataupun dalam sains seperti teknik, kimia, fisika, kedokteran dan sebagainya. Mereka akan menjadi ulama dan ilmuwan yang mumpuni untuk membawa Khilafah Islam menduduki posisi pertama di dunia sekaligus menjadi pemimpin dan berpengaruh karena ideologinya. Itulah era keemasan pendidikan terbaik sepanjang sejarah.[]

Wallahu’alam Bisshowwab