April 13, 2024

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Tahun Politik 2023, Visi Parpol Dipertanyakan

Oleh: Yeni (Pontianak, Kalbar)

Berbagai macam koalisi dan klaim dukung-mendukung untuk pemilu 2024 sudah mulai ramai diperbincangkan oleh partai-partai, politisi, hingga relawan. Merasa paling mengerti masa depan Indonesia yang akan menghadapi ancaman resesi dan sebagainya. Dalam rangka konstelasi politik tahun 2023 sampai dengan tahun 2024 mendatang, sejumlah parpol di Kalbar sudah mempersiapkan diri.

Partai Nasdem melalui Ketua DPW Kalimantan Barat, Syarif Abdullah Alkadrie menyatakan bahwa partai Nasdem sudah menyiapkan infrastruktur partai dan berbagai sarana lainnya. Nasdem tidak perlu repot lagi untuk melakukan sosialisi nomor urut. Urutannya tetap berada di nomor lima seperti pemilu sebelumnya. Optimisme dalam menyusun konsolidasi kemenangan. Perkembangan berdasarkan survei menurut Poltracking, Partai Nasdem sudah berada pada posisi 7 persen, dan masuk 4 besar. Di Kalbar sendiri, Nasdem juga sudah siap sampai ke tingkat ranting sekalipun.

Adapun Gerindra melalui Yuliansyah, Ketua DPD Gerindra Provinsi Kalimantan Barat mengklaim optimis akan menjadikan akhir tahun 2022 dan tahun 2023 menuju pemilu serentak 2024 sebagai tahun-tahun kerja keras partai politik. Gerindra memastikan akan membangun konsolidasi internal dan eksternal. Khusus untuk eksternal akan menjalin silaturahmi dengan partai-partai lain, tokoh masyarakat, tokoh-tokoh lintas agama, maupun tokoh publik. Pastinya seluruh kader akan memperjuangkan kemenangan Pemilu Legislatif 2024, dan terutamanya memenangkan Pilpres 2024 yakni Haji Prabowo Subianto sebagai calon presiden dari Partai Gerindra.

Sedangkan Golkar melalui Prabasa Anantatur, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat dalam menghadapi pemilu 2024, tentu memasang target menang segala-galanya di Kalbar. Hal ini karena partai Golkar sudah berpengalaman tampil di berbagai pemilu. Hanya saja memang ada tahapan kerja politik yang sebelumnya sudah diatur dan dimanajemen partai Golkar Kalbar sendiri. Ada 200 persen kader-kader terbaik yang memang disiapkan menghadapi konstalasi politik ke depan. Khusus DPR RI, lanjutnya, ada semacam penugasan khusus dari ketum kepada calon-calon DPR RI untuk turun langsung. Dan apa saja yang dibutuhkan dan didengar dari masyarakat secara langsung akan disampaikan ke partai Golkar. Rencana agenda Rapim se-Kalbar pun siap akan digelar.

Sementara PKS Kalbar, Ketua DPW Haji Arief Joni Prasetyo juga tidak ingin berleha-leha menghadapi pergantian tahun 2022 menuju 2023 hingga agenda pesta demokrasi 2024 mendatang. PKS sendiri sudah menyiapkan setidaknya 8 pilar agenda pemenangan pemilu 2024. Diantaranya adalah penguatan struktur partai. Selain itu menempatkan bacaleg yang merakyat. Artinya mereka nantinya benar- benar memiliki basis kuat dan mengakar. Dan program untuk memiliki saksi dalam mengawal suara PKS pada tiap-tiap TPS. PKS juga menyiapkan sekolah politik bagi para calon pejabat publik, melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ustad Miftah, Sekretaris DPW Provinsi Kalimantan Barat juga tidak ingin ketinggalan momentum kesiapan tahun politik 2023 menuju 2024. Menurutnya seluruh Parpol di Kalbar sudah menyiapkan diri berbenah menghadapi pemilu serentak 2024. Bagi yang sudah lolos verifikasi akan bekerja keras menyambut tahun kerja politik 2023 ini. Berbagai macam cara dilakukan parpol untuk menarik simpati masyarakat. Termasuk salah satunya fokus mengaet pemilih generasi z alias pemilih milenial. Sebab suara mereka juga sangat signifikan.

Sedangkan dari PKB Kalimantan Barat, Mulyadi Tawik, Ketua DPW juga akan menjadikan tahun 2023 sebagai momentum tahun kerja-kerja politik dalam membesarkan PKB di Kalimantan Barat. Kerja-kerja politik seperti sosialisasi terus menerus, membangun jejaring sampai melanjutkan agenda internal dan eksternal parpol. Optimis memenangkan pemilu 2024 mendatang.

Ada hal lain yang juga sangat krusial yang harus kita cermati. Ada anggapan dan dugaan selama ini bahwa anggota partai tidak malu menjual ayat-ayat Allah dalam rangka ambisi politik sekulernya, dan itu merupakan topeng belaka.

Betul, identitas Islam harus benar-benar tampak menonjol dalam kehidupan umat Islam. Tidak boleh lagi disembunyikan. Oleh karena itu, umat Islam, para tokoh Islam, para pimpinan partai Islam, maupun para calon pemimpin dari kalangan Islam tidak perlu ragu lagi menunjukkan identitas keislaman mereka. Bukan malah berlomba-lomba menumbuhsuburkan demokrasi yang sudah gagal sejahterakan rakyat berkali-kali.

Saat ini, kaum muslim hidup dalam kondisi pemikiran, sosial, ekonomi, dan politik yang bertentangan dengan akidah mereka. Dalam kondisi yang sangat buruk ini, muncullah gerakan-gerakan dan partai-partai yang seharusnya memiliki obat penawar dan solusi yang menyembuhkan, memiliki jalan lurus yang bisa dilewati manusia, bukan jalan berliku yang bisa menjerumuskan manusia ke dalam neraka.

Syariat lslam telah mewajibkan umat Islam untuk mendirikan partai politik yang berideologikan Islam serta mengemban sejumlah pemikiran dan hukum-hukum syariat yang diperlukan untuk mencapai tujuannya, yaitu tampil ke permukaan (izhhar), melakukan konsolidasi (tamkin), kemudian melakukan transformasi kekuasaan (istikhlaf).

Partai politik Islam mesti melakukan pembinaan atas para anggotanya sekaligus membentuk kepribadian Islam mereka. Caranya dengan menyampaikan kepada mereka sejumlah tolok ukur yang benar dan memuaskan jiwa-jiwa mereka. Dengan begitu, mereka suka untuk senantiasa terikat dengan syariat dan benci jika melanggarnya.[]

Wallahu’alam bisshowwab