August 11, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Neng Erlita N (Pontianak-Kalbar)

Sri Lanka bangkrut. Negara ini pun terancam bubar jika badan-badan keuangan dunia telat memberi bantuan. Banyak kisah nestapa sekaligus mengerikan terbetik dari negara di Asia tenggara itu.  Hingga Kamis, (23/6), misalnya, sudah 10 orang yang meninggal karena berhari-hari antre untuk membeli bahan bakar. Parahnya, sebagaimana dilansir Suara Pemred dari Daily Mirror, Rabu, (16/6) perekonomian di negara ini kian memicu maraknya aksi kejahatan bersenjata di jalan-jalan Sri Lanka, terutama di Colombo, ibukota Sri Lanka (suarapemredkalbar.com, 23/06/2022).

Di negara yang menyebut dirinya sebagai negara demokrasi, haram untuk mentoleransi aksi-aksi brutal, seperti yang dilakukan oleh bandar-bandar narkoba sekaliber Al Capone, Pablo Escobar, El Chapo, politisi atau pengusaha. Toh justru terjadi sebaliknya. Lima insiden penembakan dilaporkan terjadi dalam kurun waktu empat hari selama Juni 2022, dan salah satu korban adalah seorang saksi negara.

Banyak yang terbunuh dalam penembakan tersebut masih berusia muda, sehingga menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang apakah kaum muda ini telah terlibat kasus narkoba? Selain itu, muncul pula pertanyaan tentang apakah anak-anak muda ini terkait operasi dunia bawah tanah, sebagai akibat dari krisis ekonomi yang sedang berlangsung di Sri Lanka? Disinyalir desertir AD terlibat dalam setiap kejahatan bersenjata yang ada di Sri Lanka  dan solusinya harus ada revisi UU Senjata di Sri Lanka.

Permasalahn Sri Lanka mengemuka dikarenakan hutang yang membengkak sekitar 700T ke China, maka bisa dikatakan Sri Lanka menuju kebangkrutan. Akhirnya, negara ini meminta bantuan ke lembaga keuangan dunia agar dapat memberikan bantuan, sehingga bisa menyelamatkan negara Sri Lanka.

Tentu saja krisis ini akan berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat. Kalau sampai bangkrut, maka akan sangat sulit bagi masyarakat untuk mengakses kebutuhan asasiah (red_pokok) mereka, dan berpeluang akan terjadi kericuhan dan  pemberontakan seperti yang terjadi baru-baru ini.

Tentu saja, solusi utama agar Sri Lanka dan negara-negara lain bisa menghindari krisis adalah tidak menggantungkan perekonomian kepada sistem kapitalisme. Sistem inilah yang menjadikan Sri Lanka dan negara-negara lain di dunia terutama yang terkategori negara-negara berkembang atau dunia ketiga dilanda dengan masalah asasiah (red_pokok) dan konflik.

Bantuan berupa hutang dan bentuk lain merupakan bantuan bertopeng, hal ini sejatinya adalah suatu cara bagi negara-negara besar untuk menjebak negara-negara yang menjadi targetan sehingga menjadi bergantung pada negara besar tersebut. Tujuannya adalah untuk menguasai sumber daya dan mendapatkan aset negara-negara yang berhutang tatkala tidak mampu melunasi kesepakatan yang sudah dibuat. Seperti halnya Sri Lanka, dimulai dari pelabuhan yang sudah dilepas dan sekarang negaranya tergadai, terancam bangkrut.

Seharusnya Sri Lanka dan negara-negara di dunia melirik sistem Islam. Sistem dari Tuhan, Sang Maha Pengatur, yang akan menjadikan tata kelola ekonomi dan kehidupan masyarakat bertumpu pada kebutuhan ummat, tidak ada benturan kepentingan, karena semua mengorbit kepada aturan Sang Pencipta. Sistem Islam akan diterapkan oleh negara yang disebut dengan Khilafah akan menerapkan aturan dari Sang Pencipta tersebut.

Ketika suatu negara mengalami krisis dan butuh bantuan, maka sistem Islam yaitu sistem Khilafah inilah yang akan membantu secara sukarela, dengan memberika hutang tanpa riba atau bantuan cuma-Cuma tanpa ada jebakan untuk menguasai negara-negara yang berutang. Sejarah sudah membuktikannya, bagaimana Khilafah berperan aktif dalam membantu negara-negara yang .membutuhkan.[]

Wallahu’alam bisshowwab