May 7, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Kusuma Dewi, S.Si, M.Pdi (Intelektual Muslimah)

Alhamdulillah, kedatangan bulan suci Ramadhan sudah ditunggu-tunggu jutaan umat Islam di seluruh dunia. Bulan yang penuh dengan kemuliaan, ampunan dosa, limpahan pahala, dibelenggunya setan-setan, ditutupnya pintu neraka, dan dibukanya pintu surga seluas-luasnya. Yang dinantikan tentu saja rahmat Allah SWT yang begitu luasnya untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang meminta ampun pada bulan tersebut.

Tentu saja kedatangan bulan suci Ramadhan ini tidak mau kita sia-siakan, kita tidak mau bulan ini berlalu begitu saja sebagaimana bulan-bulan seperti biasanya. Justru hal ini sangat amat merugikan bagi diri kita sendiri. Di saat Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya malah kita yang lari dari rahmat Allah SWT, naudzubillah. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama, persiapan ilmu. Kita tentu saja harus mengetahui dan siap dalam menghadapi bulan suci Ramadhan. Bagaimana rukun, syarat dan sahnya puasa kita agar diterima oleh Allah SWT. Karena Rasulullah saw sudah menggambarkan kepada kita banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan pahala puasa, bahkan puasanya hanya menjadi hal yang sia-sia.

Hal-hal yang membatalkan puasa, dan hal-hal yang menyebabkan kita tidak mendapatkan pahala puasa adalah hal yang berbeda. Oleh karena itu persiapan ilmu harus kita wujudkan. Belum lagi kita juga harus mengetahui amalan-amalan sunnah lainnya yang sangat disayangkan sekali kalau kita tidak mengetahui dan kita tinggalkan.

Kedua, persiapan fisik. Di dalam bulan suci Ramadhan kesiapan fisik merupakan bagian yang sangat penting. Bagaimana tidak? Apabila kita jatuh sakit justru semakin sulit dan berat untuk menjalankan ibadah puasa. Menjaga apa yang kita konsumsi perlu sangat diperhatikan. Berbuka dengan yang manis-manis, tidak makan sampai kekenyangan dan menjaga kebersihan diri agar senantiasa mendapatkan berada pada lingkungan yang bersih dan sehat untuk mendukung ibadah puasa kita.

Ketiga, persiapan harta. Harta adalah sesuatu yang kita perlukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Tidak hanya untuk persiapan bekal berbuka atau sahur, namun untuk memperbanyak amalan sedekah dan membantu tentangga, memberikan makanan kepada orang lain untuk berbuka adalah amalan-amalan yang memerlukan harta yang cukup. Karena di saat kita memberikan makanan berbuka untuk orang lain maka insyaAllah kita pun akan mendapatkan pahala puasa orang tersebut tapa mengurangi pahalanya.

Mengisi bulan Ramadhan tentu saja tidak hanya sekedar dengan memperbanyak amalan ibadah nafilah dan kewajiban puasa saja. Lebih daripada itu ada kewajiban lain yang kadang dilupakan dan ditinggalkan oleh kebanyakan orang. Amalan tersebut adalah ibadah dakwah dalam rangka amar makruf dan nahi munkar. Yang namanya ibadah tidak sekedar melaksanakan kewajiban, akan tetapi mencegah kemunkaran juga termasuk bagian dari ibadah.

Terlebih lagi di dalam kehidupan yang sangat sekuleristik ini, diperlukan dakwah yang bersifat inqilabiyyah (revolusioner) bukan hanya dakwah secara parsial. Dakwah secara inqilabiyyah berarti menjadikan kehidupan Islam dapat terwujud untuk menggantikan kehidupan sekuler saat ini. Yaitu dengan cara penerapan Islam secara kaffah. Karena dikatakan kehidupan Islam dapat berlanjut apabila syariah Islam dapat diterapkan secara kaffah, baik dalam kehidupan individu, bermasyarakat maupun negara.

Banyak kewajiban-kewajiban syariah yang saat ini diabaikan oleh negara diantaranya penerapan sistem pemerintahan yang tidak islami, penerapan sistem ekonomi yang masih kapitalistik, penerapan hukum sanksi dan peradilan tidak merujuk pada aturan syariah, hingga penerapan konsep tatanan kehidupan pergaulan interkasi antara laki-laki dan perempuan yang tidak dibatasi. Itu semua diperlukan peran negara untuk menerapkan hukum dan aturan berdasarkan Al-quran dan As-sunnah.

dari Rasulullah saw dan para sahabat juga mengisi bulan puasa dengan aktivitas dakwah dan jihad. Berbeagai peperangan justru terjadi di bulan suci Ramadhan dalam rangka menegakkan kalimat Laa ilaha Illallah. Beberapa diantaranya adalah perang Badar, perang Tabuk dan penaklukan kota Mekkah. Bedanya pada saat itu negara yang dipimpin oleh Rasulullah saw di Madinah, telah menerapkan syariah secara kaffah sehingga pelaksanakan jihad untuk menaklukan suatu negeri merupakan suatu keniscayaan.

Kondisi hari ini umat Islam belum memiliki negara dengan kepemimpinan yang satu untuk seluruh kaum Muslimin. Umat Islam masih terpecah belah menjadi beberapa negara bangsa, sehingga untuk menyatukan bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri saja masih berbalut konsep nasionalisme, yaitu kepentingan dan ego masing-masing penguasa. Oleh karena itu perlu dakwah secara pemikiran dan politik sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw saat sebelum hijrah ke Madinah.

Dakwah itulah yang akan membentuk kehidupan Islam, membangun tatanan masyarakat, menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama serta kelimpahan kesejahteraan bagi masyarakat. Dakwah tersebut dilakukan tanpa aktivitas fisik dan kekerasan. Dakwah tersebut semata-mata dilakukan dengan lisan untuk mengubah pemikiran, perasaan dan tingkah laku masyarakat. Agar masyarakat itu sendiri yang menuntut perubahan menuju kehidupan yang Islami. Alhasil, marilah sambut bulan suci Ramadhan tahun ini dengan penuh suka cita dan dibarengi niat untuk dakwah dalam rangka melanjutkan kehidupan Islam. Marhaban ya Ramadhan.[]

Wallahu’alam BIsshowwab