April 13, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Ummu Zaidan (Aktivis islam dan Pemerhati Umat)

Tak dapat dipungkiri bahwa kiprah wanita saat ini telah memberikan kontribusinya terhadap dunia perekonomian dan membawa dampak yang sangat besar untuk kemajuan roda ekonomi bangsa. Namun kontribusi terhadap ekonomi tidak berarti membawa dampak positif bagi pertumbuhan generasi di masa yang akan datang.

Menurut laporan tahunan Grant Thornton “Women in Business 2021”, yang baru saja dipublikasikan, jumlah wanita yang memegang posisi manajemen senior di perusahaan secara global telah mencatat kenaikan angka 31% meskipun pandemi COVID-19 telah mempengaruhi ekonomi di seluruh dunia.

Kenyataannya peran wanita modern sangat berkontribusi di dalam bisnis perusahaan agar diakui posisinya sebagai wanita modern, maju, dan mempunyai kompetensi pada era globalisasi. Namun banyak yang tidak menyadari bahwa posisinya telah menjadi budak kapitalis karena lebih fokus dalam urusan dunia pekerjaan sehingga tak jarang waktu yang diberikan untuk keluarga khususnya anak hanyalah waktu sisa.

Akibat dari hal tersebut, akhirnya generasi muda sangat mudah terpengaruh pada gaya hidup barat yaitu liberalisme dan hedonisme sehingga generasi masa kini banyak yang terseret pada masalah pergaulan bebas, narkoba, prostitusi online, hamil di luar nikah, putus sekolah dll.

Anak adalah cermin dari orang tuanya. Peran orang tua sebagai teladan di tengah-tengah keluarga dapat memberikan kekuatan positif dalam mencetak generasi di masa yang akan datang. Dalam hal ini relevansi wanita sebagai ibu pendidik generasi sangat berpengaruh dalam mewujudkan generasi yang cemerlang.

Faktor dari pengaruh budaya barat, lingkungan yang tidak kondusif, kurang perhatian dan kasih sayang orang tua, media sosial yang tidak mendidik telah menjadi faktor yang berkorelasi dengan output generasi saat ini. Adapun terkait kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua diakibatkan terjebaknya peran orang tua khususnya para wanita atau seorang ibu sebagai budak kapitalis. Meski tak dapat dipungkiri wanita bekerja karena terdampak perekonomian keluarga. Hal ini jelas menunjukkan satu sama lain saling berkorelasi.

Islam adalah agama yang mempunyai aturan yang sangat komprehensif dalam mewujudkan generasi mulia dan cemerlang antara lain sebagai berikut :

  1. Islam mendorong seorang ibu agar menjadi ibu sholihah yakni dengan belajar, memahami dan mengamalkan Islam di dalam kancah kehidupan sehingga berperan memberikan teladan yang baik untuk anak-anaknya.
  2. Hukum wanita bekerja adalah boleh asalkan tidak sampai melalaikan urusan rumah tangga. Adapun jika sampai melalaikan urusan tersebut maka hukumnya jatuh pada keharaman.
  3. Islam membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya sehingga kewajiban mencari nafkah bagi suami dapat dilakukan secara optimal, sehingga para Ibu lebih optimal di dalam mewujudkan generasi cemerlang.
  4. Adanya kontrol dan hukuman yang tegas bagi pelaku pelanggaran terhadap aturan-aturan islam.

Maka di tangan seorang ibu sholihah itulah yang akan menuntun dan menentukan generasi mulia karena ibu mulia adalah pencetak generasi mulia.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang dijelaskan dalam Hadits Riwayat Bukhari Muslim, yang artinya: Dari Abi Hurairah ra berkatalah Nabi SAW, telah bersabda: “Tidak ada seorang yang dilahirkan melainkan menurut fitrahnya, maka kedua orang tuanya yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi sebagaimana halnya binatang yang dilahirkan dengan sempurna.”[]

Wallahu a’lam bisshowab