August 11, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Jumlah lansia di Kalimantan barat (Kalbar) dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar dalam surveynya mencatat, terjadi peningkatan persentase penduduk lanjut usia atau lansia (60 tahun ke atas). Persentase penduduk lansia Kalbar meningkat menjadi 8,12 persen di tahun 2020 dari 5,88 persen pada 2010 berdasarkan hasil SP2010 (20/5). (Pontianakpost.Jawapos.com, 29/05/2022)

BPS dalam kajiannya berjudul ‘Statistik Penduduk Lanjut Usia 2021’ mencatat, secara nasional pada tahun 2021, sekitar satu dari dua (49,46 persen) lansia masih aktif bekerja. Lapangan usaha pertanian menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja lansia, yaitu sebesar 53,10 persen. Sekitar enam dari sepuluh lansia bekerja sebagai pemilik usaha, baik yang berusaha sendiri (31,34 persen), berusaha dibantu buruh tidak dibayar (30,76 persen), maupun dibantu buruh dibayar (4,23 persen). Sebanyak 86,02 persen lansia bekerja di sektor informal, yang menjadikannya rentan karena tidak memiliki perlindungan ketenagakerjaan, kontrak pekerjaan, maupun imbalan yang layak.

Berbagai alasan melatarbelakangi lansia tetap bekerja, di antaranya karena keharusan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tidak adanya non-labor income seperti jaminan pensiun, menuntut lansia untuk tetap bekerja.

Banyak lansia yang harus melewati masa tuanya tanpa mendapatkan perhatian, ditambah beban kehidupan bertambah berat seiring dengan kenaikan harga -harga yang terus terjadi, membuat para lansia ini semakin menderita.

Dalam sistem demokrasi, perempuan tua pun harus bekerja, agar hidupnya sejahtera. Kalau tidak bekerja perempuan tua akan jatuh dalam jurang kemiskinan. Sebab negara juga tidak menjamin kebutuhan pokok mereka.

Masyarakat membutuhkan seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas kebutuhan dasar rakyat baik per individu seperti sandang pangan dan papan, maupun kolektif seperti pendidikan kesehatan dan keamanan.[]

Wallahu’alam bisshowwab