June 30, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Mia Hamidah (Sanggau-Kalbar)

Setiap 5 tahun satu kali, masyarakat indonesia pasti tidak asing lagi dengan penyelenggaraan pemilu sebagai bentuk perayaan pesta demokrasi. Baik itu untuk memilih presiden, anggota DPR, ataupun kepala daerah lainnya.

Namun sayang, dengan sistem seperti sekarang ini banyak sekali anggota dewan yang melakukan segala macam cara agar dapat melanggengkan kursi yang saat ini didudukinya supaya  tidak diambil alih oleh orang lain. Sebagai contoh, para caleg mendadak jadi lebih islami agar menarik simpati masyarakat Indonesia. Kemudian di beberapa momen para caleg tak segan untuk mempromosikan dirinya agar bisa lebih dipandang oleh orang lain.

Bila kita melihat sejarah Islam, pada zaman Rasulullah SAW dan para sahabat setelahnya sudah mengatur wilayah Madinah dengan menggunakan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dasar terbentuknya piagam Madinah sebagai UU yang berlaku untuk mengatur suatu  wilayah. Bahkan para sahabat juga memahami bahwa jabatan kekuasaan yang ditawarkan adalah untuk melayani masyarakat. Jika salah dalam pelayanannya, bukan hanya tanggung jawab di dunia saja yang harus mereka pikul, namun tanggung jawab yang akan mereka bawa hingga akhirat nanti.

Karena kesadaran mereka inilah yang akhirnya membuat mereka memberikan pelayanan yang sangat baik bagi masyarakat dan menjadikan masyarakat sejahtera. Bahkan masa salah seorang Kholifah, zakat yang seharusnya dapat disalurkan untuk masyarakat malah masih ada sisa dan tidak bisa tersalurkan. Hal ini diarenakan masyarakat di wilayah Khilafah tidak ada lagi yang berhak menerima zakat, karena seluruh kebutuhan hidupnya sudah tercukupi.

Peran penguasa adalah melayani masyarakat. Pendidikan berbiaya murah atau digratiskan. Kesehatan bagi masyarakat yang sakit juga ditanggung seluruh pengobatannya, hingga kebutuhan pangan diupayakan dipenuhi oleh penguasa dan pemerintah.

Seyogianya pemimpin zaman saat ini bisa meniru dan mencontoh hal yang dilakukan oleh Rasulullah dan sahabatnya dalam melayani masyarakat serta melayani umat. Karena sejatinya para pemimpin yang berada di kursi penguasa adalah para pelayan masyarakat yang seharusnya bisa melayani rakyat semaksimal mungkin agar masyarakat bisa hidup sejahtera.[]

Wallahu’alam bishowab