June 30, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh :  Sabrina Karima (Fatima Kalbar)

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar Muhammad Munsif, meminta peternak dan masyarakat tidak perlu khawatir terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak. Karena upaya pengendalian terus dimaksimalkan. Meskipun saat ini sudah lima kabupaten dan satu kota yang terdeteksi dengan total 290 kasus, hanya 1 – 3 kandang di 18 desa se- Kalbar. Sementara sebaran desa kurang dari satu persen dari total desa se-kalbar yang mencapai 2031 desa. 

Demikian juga total kasus 290 ekor yang dilaporkan, hanya kurang dari 0,2 persen dari total populasi sapi se-Kalbar. Sedangkan yang positif PMK hanya 0.07 persen atau relatif kecil sekali. Seluruh jajaran disnak kab/kota melaporkan sudah bergerak proaktif melakukan surveilan aktif ke setiap kandang ternak sapi dan kambing dimasing-masing daerah dengan dukungan penuh jajaran Polda dan Polres yang menerjunkan para petugasnya.

Terkait kesediaan hewan ternak untuk kurban menurut Muhammad Munsif diprediksikan meningkat sekitar 10 persen dari tahun lalu yang hampir mencapai 13.000 ribu ekor baik sapi maupun kambing. Dengan kasus PMK pada tahun ini tentu akan ada tantangan. Terutama yang selama ini mendatangkan ternak dari Kalteng dan Jatim akan sedikit terhambat. Namun, dari NTT dan daerah lainnya masih bisa memasok hewan ternak untuk kurban di Kalbar.

Sudah seharusnya penguasa memastikan dan menjamin hewan ternak aman  dikonsumsi oleh masyarakat. Baik dari segi kesehatannya maupun kehalalannya.  Apalagi sudah mendekati pelaksanaan hari raya kurban bagi umat Islam yang mayoritas di negeri ini.

Adanya PMK pada hewan ternak di negeri ini akibat penularan hewan impor yang tidak dipastikan kesehatannya. Hal ini telah membuat resah. Apalagi kesan yang terjadi malah justru penguasa abai dan lebih mengedepankan impor dibanding memperbaiki kualitas dan kuantitas  hewan ternak dalam negeri sehingga bisa swasembada.

Jauh panggang dari api, hal ini tidak akan terjadi jika kemandirian secara politik dan ekonomi dilakukan. Namun apabila mengekor kepada barat yang menerapkan sistem kapitalisme yang berbasis bisnis, dan hanya menginginkan keuntungan tanpa mempertimbangkan halal haram, sisi kemanusiaan, moral dan sisi maknawiyah lainnya, yang memang diabaikan sistem ini.

Negara hanya berperan sebagai mediator dan fasilitator kepentingan kapitalis. Harga semakin mahal karena pasokan yang kurang bahkan tidak lagi melihat PMK yang terjadi. Sehingga wajar bagi mereka solusi kekurangan dalam negeri dengan impor dan impor lagi. Maka keuntungan bagi para kapitalis yang sangat besar.  Di sisi lain negara berperan hanya menghadirkan solusi tambal sulam.

Beginilah sistem lemah buatan manusia mengatur kehidupan. Sudah saatnya beralih pada sistem yang diciptakan untuk mengatur secara sempurna dan paripurna. Hanya dengan penerapan Islam kaffah dengan Khilafah, maka negara akan mandiri, baik secara politik maupun ekonomi, rakyat akan sejahtera dan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup dunia dan akhirat.[]

Wallahu’alam