April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Marsya (Pontianak-Kalimantan Barat)

Gabungan Pengusaha Sawit Cabang Kalbar (GAPKI) mencatat bahwa produksi sawit di Kalbar dari Januari – April 2020 sebanyak 694.120 ton. Sedangkan luas kebun sawit di Kalbar sebanyak 1.455.182 hektar(ha), berada diurutan ketiga setelah propinsi Riau dan Sumatra Utara. Jadi wajar saja apabila Kalbar menjadi surga bagi pengusaha perkebunan sawit. Saat ini produksi CPO atau minyak mentah kelapa sawit sudah mencapai 3,4 juta ton pertahun.

Selama ini CPO diekspor melalui pelabuhan luar sehingga penerimaan bagi hasil pajak ekspor tidak ada. Padahal menurut Kepala dinas perkebunan Kalbar Heronimus Hero, hadirnya pelabuhan internasional Kijing di Kabupaten Mempawah yang saat ini sudah melakukan uji coba, dapat meningkatkan kontribusi kelapa sawit bagi daerah.

Jika CPO diekspor melalui pelabuhan Kijing dengan asumsi 1 juta ton CPO saja dan setiap 1 ton kalau harga 650 dolar AS itu dapat 50 dolar AS untuk pajak. Maka ada Rp 750 miliar penerimaan dari pajak. (AntaraKalbar, 12/3/2021)

Dalam Islam, negara tidak menjadikan pajak sebagai sumber pendanaan dan pemasukan negara satu-satunya, melainkan bersumber dari fa’i dan kharaj, kepemilikan umum, sedekah dan masih banyak lagi pemasukan lainnya yang bisa didapatkan. Negara punya kewajiban mengelola sumber daya alam sendiri untuk kepentingan umat karena merupakan kepemilikan umum yang tidak boleh dimiliki oleh individu swasta.[]

Wallahu’alam Bisshowwab