July 31, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Radhiyah Abdullah

Setelah sebelumnya kita bahas bagian pertama dari pemeliharaan kesehatan yaitu pemeliharaan kesehatan jiwa, hari ini kita akan membahas bagian kedua yaitu pemeliharaan kesehatan jasmani.

Kesehatan jasmani berkaitan dengan keselamatan organ-organ tubuh dan keteraturan fungsinya, sehingga kerjanya berlangsung secara normal. Pemeliharaan kesehatan fisik adalah dengan mencegah penyakit sebelum terjadi atau menyebar, mengobatinya jika terjadi, dan merawat serta menindaklanjutinya jika berkepanjangan atau kronis. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan itu untuk orang yang sehat dan yang sakit, dengan menjaga kesehatan pada awalnya dan memulihkannya semampu mungkin pada saat terakhir.

Pengobatan penyakit jiwa seperti skizofrenia, depresi klinis dan lain-lain termasuk dalam pemeliharaan kesehatan jasmani, karena penyakit ini berkaitan dengan fungsi otak sebagai organ, dan dipengaruhi oleh obat-obatan dan bahan kimia, serta tidak berhubungan langsung dengan pemahaman.

Negara-negara kapitalis besar terus memperdengarkan kepada dunia bahwa sistem kesehatan adalah sistem kesehatan terbesar di dunia dalam hal rumah sakit, dan perhatian pada kebersihan dan memfasilitasi tindakan pengobatan, dan manusiawi dalam menangani, dan paling maju secara global dalam penggunaan pengobatan terbaru dan yang paling efektif … dll. Namun, pandemi virus Corona datang untuk menunjukkan kepada mereka yang ada penutup pada mata mereka, seluruh kebenaran, yang mana negara-negara kapitalis besar tidak memiliki kesiapan. Mereka tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk jumlah pasien, kekurangan besar dalam jumlah yang diperlukan untuk pencegahan dan pengobatan. Dan bagaimana, pencurian dan pembajakan untuk mendapatkannya telah menyebar di antara negara-negara tersebut. Sebagaimana, kebrutalan, ketidakmanusiawian, dan tidak adanya nilai dan moral tampak menonjol dalam menangani orang-orang dengan kebutuhan khusus, orang lanjut usia, dan pasien miskin dan terpinggirkan, bahwa kelompok-kelompok ini adalah orang terakhir yang ditempatkan dalam sistem pernapasan buatan, jika terjadi infeksi virus Corona dalam jumlah besar.

Kerusakan kapitalisme bukan hanya akibat dari berbagai penyakit akibat kebebasan pribadi dan kerusakan moral, tetapi kerusakan juga telah muncul di hampir semua aspek pemeliharaan kesehatan, terutama dalam sistem asuransi (jaminan) kesehatan dan perusahaan-perusahaannya.

Sistem asuransi kesehatan merupakan salah satu dari tambal sulam yang diciptakan oleh para kapitalis untuk memperpanjang umur sistem mereka. Sebab seandainya antara kapitalisme dan orang-orang dikosongkan tanpa tambal sulam niscaya mereka memberontak terhadap kapitalisme dan menjatuhkannya dikarenakan parahnya ketidakadilan dan penindasan yang ditimpakan kepada mereka. Di dalam sistem asuransir  kesehatan diterapkan sistem pengumpulan resiko. Sistem ini memungkinkan orang-orang secara luas berbagi risiko dan pelayanan medis yang mahal, yang mana dana yang dialokasikan untuk ini dikumpulkan dengan pembayaran di muka, dan dana ini dikelola dengan cara yang memastikan bahwa semua anggota kelompok tersebut menanggung biaya pelayanan kesehatan jika sakit daripada setiap orang menanggung biaya tersebut secara pribadi dan daripada ditanggung oleh negara.

Dalam sistem ini, orang sehat yang hanya membutuhkan pelayanan kesehatan terbatas terus membiayai orang sakit yang lebih bergantung pada sumber daya kesehatan yang tersedia. Sebagaimana, pihak tertanggung tidak boleh dirawat sesuai kadar gajinya yang dipotong atau apa yang ia bayarkan, dan tentu saja selisih ini tidak dikembalikan kepadanya. Kadang kala tertanggung menderita penyakit langka atau membutuhkan pelayanan khusus tetapi program asuransi tidak mengkovernya dengan alasan bahwa perjanjian yang ditandatangani tidak mencakup layanan ini. Dengan begitu, dia akan membayar asuransi sepanjang hidupnya bahkan jika dia jatuh sakit dan membutuhkannya, yang tidak dia dapati. Tujuan tertinggi negara kapitalis, seperti yang kami katakan, adalah untuk mencapai keuntungan dan manfaat materi.

Perusahaan asuransi menuliskan kontrak mereka dengan cara yang kompleks dan tidak bisa dipahami bagi banyak orang untuk menghindari sebanyak mungkin dari membayar klaim asuransi dan bebas dari kewajiban akad (kontrak) jika orang yang berakad membutuhkannya dengan dalih tidak terpenuhinya salah satu persyaratan asuransi. Pada gilirannya perusahaan asuransi menetapkan persyaratan-persyaratan ini dan memperketatnya sedemikian rupa sehingga hanya beberapa orang yang dapat sepenuhnya memenuhinya. Jadi persyaratan-persyaratan ini merupakan jebakan terbesar untuk mencari celah dan bebas dari kewajiban.

Dan untuk ikhtisar rinci dan jelas tentang pemeliharaan kesehatan fisik di Daulah Islamiyah dan bagaimana Khalifah menerapkan hukum-hukum yang terkait dengannya, kami mengundang Anda untuk mengikuti kami di episode mendatang. []

Sumber http://www.hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/radio-broadcast/others/71397.html