September 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Dwi Apriyani (Aktivis Back To Muslim Identity)

Ramadhan 1442 H bertepatan di kalender Masehi yaitu pada bulan April hingga Mei 2021.  Ramadhan tahun ini sama dengan Ramadhan tahun sebelumnya yakni dunia masih dilanda wabah pandemi adanya covid-19. Negara-negara di dunia termasuk Indonesia tidak dapat melaksanakan Hari Raya Idhul Fitri dengan bebas dan penuh sukacita. Ditambah lagi dengan kebijakan yang baru dikeluarkan saat ini yaitu larangan mudik di sebagian besar wilayah Indonesia.

Hal tersebut menjadikan rakyat Indonesia semakin merasa resah karena tidak dapat berkumpul dengan keluarganya di hari lebaran. Padahal momen Raya Idul Fitri tersebut merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap keluarga muslim.

Namun seiringnya Ramadhan berlalu, hingga mendekati akhir dari kewajiban puasa yang dilaksanakan dalam satu bulan, masyarakat berlomba-lomba di dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari lebaran. Justru inilah kebijakan yang diberikan oleh pemerintah bahwa pasar sangat terbuka dan diperbolehkan untuk didatangi.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat menyampaikan keterangan pers APBN Kita, Kamis lalu. Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani meminta masyarakat tetap menyambut lebaran dengan penuh sukacita. Jangan lupa, kata dia, kegiatan belanja menjelang Lebaran seperti membeli baju baru harus tetap berjalan. Tujuannya agar kegiatan ekonomi tetap berjalan.

“Ada bagusnya juga Lebaran tetap pakai baju baru, beli baju baru supaya walaupun Zoom nanti pakai baju baru sehingga muncul aktivitas di masyarakat bisa terjadi,” kata Sri Mulyani. (Warta Ekonomo.co.id, 24/04/2021)

Sebagai seorang Muslim di zaman modern saat ini, haruslah cerdas dan sadar bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Indonesia kini sedang dilanda kepiluan akibat kasus corona yang tidak kunjung usai. Hal tersebut menjadi alasan Indonesia menerapkan kebijakan dilarangnya mudik antar wilayah menjelang hari lebaran hingga usainya hari lebaran.

Adanya kebijakan pelarangan mudik telah menambah kepiluan sebagian besar takyat Indonesia, ditambah lagi di sisi lain ternyata pasar tetap dibuka dengan alasan pemenuhan kebutuhan menjelang hari lebaran agar masyarakat indonesia dapat bersukacita di hari lebaran. Faktanya Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang dinantikan umat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Momen yang biasanya digunakan untuk berkumpul bersama keluarga, bertemu antar saudara, momen yang digunakan untuk melepas dirindu, namun adanya pelarangan mudik menjadi pengahambat seseorang untuk berjumpa dengan sanak saudaranya. Jika pelarangan mudik bertujuan  untuk mencegah penyebaran virus corona, seharusnya aktivitas padatnya pasar akibat kerumunan manusia juga menjadi pusat perhatian yang harus dikhawatirkan karena dapat memungkinkan penyebaran covid-19.

Umat Islam perlu kesadaran bahwa segala permasalahan dunia hanya dapat diselesaikan dengan sistem yang aturannya datang dari Sang Khalik, yaitu aturan-aturan Islam. Islam memberikan solusi yang konkrit atas berbagai permasalahan yang ada. Seperti halnya kondisi saat ini, yaitu fakta membludaknya kerumunan menjelang lebaran dan potensi penyebaran virus tidak bisa dikembalikan semata-mata pada kesadaran individu rakyat. Namun perlu adanya kebijakan yang diterapkan oleh negara untuk menerapkan aturan dan memberikan sanksi bagi yang melanggar. Sehingga kebijakan dan sanksi tersebut dapat mengurangi penyebaran covid-19.

Selain itu dibutuhkan kebijakan yang selaras yang dapat mengantisipasi demi terjaganya kesehatan masyarakat indonesia. Karena pada dasarnya, potensi pasar juga sangat berbahaya bagi kesehatan, ditambah lagi protokol kesehatan yang sering terabaikan oleh lingkungan pasar setempat. Di samping pemenuhan kebutuhan menjelang hari lebaran, perhatian kesehatan masyarakat terhadap lingkungan pasar juga perlu diperhatikan. Dari berbagai fakta dan setiap kebijakan yang diterapkan seharusnya dapat menyadarkan setiap insan manusia. Bahwa aturan manusia sangat mudah untuk dimodifikasi dengan alasan ketidaksesuaian terhadap perkembangan zaman.

Umat muslim juga wajib menyadari bahwa dunia sedang dijauhkan dari Islam dan syariat-Nya. Untuk menegakkan kembali keadilan dan kesejahteraan di muka bumi, maka umat Muslim harus memiliki andil di dalam perjuangan untuk penerapan Islam secara kaffah. Sehingga kedamaian bisa didapatkan oleh setiap umat Muslim maupun non Muslim karena keadilan Allah SWT akan membawa ketenangan bagi hamba-hamba-Nya.

Di sisi lain ada masalah wabah yang kini sudah membuat takut insan di dunia. Namun umat haruslah sadar bahwa Allah SWT sebagai pemilik kehidupan dan seluruh nikmat yang ada. Jadi tidak ada yang pantas ditakuti kecuali hanya takut kepada Allah SWT karena melalaikan syariah-Nya. Namun tidak dapat dijadikan alasan juga untuk meremehkan wabah, karena Islam telah mengajarkan umatnya untuk selalu mewaspadai dan tetap berhati-hati serta menjaga kesehatan. Nabi Muhammad SAW sudah mengajarkan bagaimana hidup sehat.

Masalah wabah tersebut haruslah diatasi dari akarnya. Islam tidak membenarkan membuka pasar dan mengabaikan adanya wabah. Menutup sistem pendidikan serapat-rapatnya. Melarang mudik tapi tetap.membuka tempat wisata. Sudah seharusnya Aturan Allah-lah yang menjadi solusi setiap problem yang ada, tegaknya aturan Islam akan memberantas wabah secara tuntas. []

WallahuAlam Bish-shawab