September 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat


Oleh: Ustadz Abu Hamza Al-Khathwaniy

Otoritas Palestina tidak akan mengulangi kejahatannya terhadap rakyat Palestina jika bukan karena ketergantungannya kepada Amerika dan entitas Yahudi, dan jika bukan karena mereka mengetahui bahwa pemerintahan Amerika terus memberikan topeng (perlindungan) politik yang sempurna terhadap kejahatan mereka tersebut.

Kedok (perlindungan) Amerika atas banyaknya kejahatan Otoritas Palestina terhadap rakyatnya meliputi aspek keuangan, keamanan, dan media. Tapi, sebelum kita berbicara tentang ketiga aspek tersebut, mari kita lihat sekilas realitas (bagian) keamanan Otoritas Palestina sejak berdirinya hingga saat ini.

Otoritas Palestina pada hakikatnya adalah Otoritas keamanan istimewa, bukan Otoritas politik. Ia tidak pernah memiliki rancangan politik yang jelas walaupun sehari, bahkan ia tidak memiliki visi politik minimum untuk masalah Palestina. Sejak awal berdirinya, Otoritas ini juga belum pernah mengusulkan inisiatif politik apa pun milik mereka sendiri. Ia sudah merasa cukup dengan apa yang diputuskan oleh Amerika dan organisasi internasional, dan mengklaim bahwa ia ingin menerapkan resolusi internasional, sementara ia terengah-engah mengejar negosiasi-negoisasi yang tidak masuk akal dan tidak memiliki tujuan politik apa pun.

Selama hampir dua dekade hidupnya, Otoritas Palestina tanpa ragu menyatakan bahwa ia tidak sampai pada tingkat (menyelesaikan) “problematika Palestina”, yang mana problem tersebut terlalu besar untuk ditangani oleh Otoritas pengkhianat dan lemah seperti ini.

Sejak berdirinya, Otoritas Palestina bermula dengan 3.000 personel keamanan pada tahun 1994. Kemudian, dalam beberapa tahun, jumlah tersebut membengkak menjadi 30.000 personel. Saat ini, jumlah anggotanya sebanyak 53.000 personel, menghabiskan 20% dari anggaran penguasa, berjumlah lebih dari satu miliar dolar per tahun.

Struktur keamanan di dalam Otoritas Palestina memiliki nama dan formasi yang sulit untuk dibatasi dan dikalkulasi. Keamanan dalam negeri meliputi kepolisian dan keamanan preventif, sedangkan keamanan nasional meliputi intelijen militer, keamanan udara dan laut. Adapun intelijen sipil adalah badan independen. (Selain itu) ada juga keamanan presiden dan pertahanan sipil, juga kekuatan eksekutif khusus untuk keadaan darurat dan pemberontakan.

Kelompok-kelompok keamanan yang banyak ini terlalu dilebih-lebihkan, yang mana tidak mencerminkan ukuran (wilayah) Otoritas Palestina yang kecil. Mereka tampak seakan-akan jauh lebih besar ukurannya daripada badan keamanan milik negara-negara merdeka yang besar. Namun, sebab satu-satunya dan motif utama dari pembesar-besaran ini adalah untuk melaksanakan tugas partisipasi dalam tentara entitas Yahudi untuk melindungi pemukiman Yahudi dan mempertahankan keamanan entitas Yahudi.

Pada tahun 2005, seorang Jenderal Amerika, Keith Dayton, membuat doktrin keamanan khusus setelah mengambil alih tugas berupa pelatihan Badan Keamanan Palestina untuk mengontrol keamanan di wilayah yang didudukinya, bekerja sama dengan pasukan entitas Yahudi. Keberadaan doktrin ini adalah untuk melindungi entitas Yahudi melalui pengaturan keamanan, menghilangkan pejuang Palestina dengan menangkap mereka dan menyerahkan mereka kepada entitas Yahudi, memata-matai warga Palestina, mengontrol pergerakan mereka, menghubungkan eksistensi Otoritas dengan perlindungan entitas Yahudi dan pemukimannya.

Dayton sendiri menegaskan dalam kuliah yang diberikannya di The Washington Institute for Near East Policy (WINEP) pada tanggal 7 Mei 2009, ia mengatakan, “Tidak ada satupun yang ditawarkan kepada Palestina kecuali setelah koordinasi dengan Israel dan memperoleh persetujuan mereka.”

Struktur keamanan Otoritas Palestina berlomba-lomba untuk memberikan layanan keamanan kepada entitas Yahudi, dinas intelijennya yang dipimpin oleh Majed Faraj menunjukkan keunggulan yang jelas dalam hal tersebut. Amerika dan entitas Yahudi puas dengan spionase yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina, sampai-sampai Majed Faraj menjadi salah satu calon pengganti Mahmoud Abbas di kursi kepresidenan Otoritas Palestina.

Akan tetapi dinas keamanan pencegahan mengungguli Badan Intelijen dalam mengejar orang-orang yang dicari, menekan, menangkap para aktivis, memenjarakan dan menyiksa mereka seperti yang dilakukan baru-baru ini terhadap aktivis Nizar Banat.

Diketahui bahwa Badan Keamanan Pencegahan memiliki masa lalu yang kelam dalam tindakan kriminal dan pengkhianatan terhadap rakyat Palestina selama masa kepresidenan Muhammad Dahlan, Jibril Rajoub dan Rashid Abu Shabak, seperti menyerahkan tahanan dari Penjara Ofer, Beituniya dan Sel Surif ke penjajah, menyerahkan para pemimpin Hamas dan berpartisipasi dalam pembunuhan beberapa dari mereka. Kali ini, Badan Keamanan yang dipimpin Ziyad Hab Al-Reeh, bertanggung jawab atas sebagian besar penindasan, penyiksaan, pembunuhan dan penangkapan yang ditujukan pada para aktivis baru-baru ini.

Namun, kejahatan Otoritas sepanjang sejarahnya selalu mendapat perlindungan permanen Amerika, perlindungan tersebut berupa perlindungan keuangan, keamanan, dan media yang terintegrasi. Dari segi keuangan, Amerika tidak pernah menghentikan bantuan keuangannya kepada Badan Keamanan Otoritas Palestina. Pemerintahan Trump sebelumnya, yang menangguhkan bantuannya kepada Otoritas Palestina terkait pengungsi, tetap memberikan bantuan keuangan kepada Badan Keamanan, dan ini menunjukkan bahwa Badan Keamanan ini adalah investasi murni Amerika.

Sedangkan untuk aspek keamanan, doktrin keamanan Dayton masih dianut oleh badan-badan keamanan tersebut, dan Amerika terus mengawasi badan-badan tersebut secara langsung maupun tidak langsung.

Adapun dari aspek media, maka akan kita dapati bahwa media Amerika tidak pernah menyinggung berbagai tindak kejahatan yang dilakukan Otoritas Palestina, meski hanya sesekali. Seperti pembunuhan Nizar Banat yang dilakukan secara terbuka di siang hari, (sama sekali) tidak diliput pers Amerika ataupun media Amerika yang lain, seolah-olah tidak terjadi (apapun). Meski begitu, Amerika sering berlagak seolah dia membela hak-hak individu dan kebebasan berkespresi.

Oleh karena itu, kejahatan yang dilakukan oleh Badan Keamanan Otoritas Palestina benar-benar ditutupi melalui media Amerika yang merahasiakannya. Seandainya kejahatan tersebut berkaitan dengan orang Amerika, Barat atau Yahudi, maka dunia pun akan bangkit dan tidak tinggal diam. Rekaman terorisme dan aksi teroris akan diputar dalam waktu yang lama.

Adapun yang diterbitkan Amerika terkait kebenaran adanya tindak kejahatan yang terjadi pada pembunuhan Nizar Banat hanyalah pernyataan “malu-malu”, bahwa komisi investigasi mesti dibentuk misalnya, yang merupakan resep rutin yang terkenal untuk menutupi kejahatan.

Inilah Otoritas Palestina Dayton, dan struktur keamanannya yang represif. Inilah perlindungan Amerika yang selalu menutupi tindak kejahatannya (PLO, atau Organisasi Pembebasan Palestina). Maka sepatutnya bagi para penduduk Palestina yang ikhlas dan mulia untuk benar-benar berlepas diri darinya, dan menyatakannya dengan kalimat yang tegas, serta beraktivitas bersama Hizbut Tahrir untuk menegakkan kembali Khilafah sesuai dengan metode kenabian, yang akan melepaskan mereka dan kaum muslimin darinya, dan dari rezim-rezim diktator yang ada di seluruh negeri kaum muslimin.

Diterjemahkan dari Surat Kabar Ar-Rayah edisi 346, terbit pada Rabu, 26 Dzulqa’dah 1442 H/7 Juli 2021 M

Sumber :

https://www.alraiah.net/index.php/political-analysis/item/6182-2021-07-06-20-31-04