December 6, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Mia Hamidah (Sanggau-Kalbar)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta tetap fokus bekerja menangani permasalahan yang terjadi saat ini. Mengingat banyak permasalahan yang terjadi seperti kelangkaan minyak goreng, kenaikan Pertamax, kenaikan energi hingga kenaikan harga pangan. Jokowi juga melarang para menterinya untuk menyuarakan penundaan Pemilu 2024 maupun perpanjangan masa jabatan Presiden (www.tribunpontianak.com, 07/04/2022)

Sebagaimana sebelumnya tersebar kabar ada wacana bagi presiden agar dapat perpanjangan masa jabatan sampai dengan 3 periode. Namun, hal tersebut dinyatakan ketika masyarakat sedang menghadapi berbagai permasalahan, baik ketika kebijakan yang diambil oleh para menteri, harga BBM yang tiba tiba naik, harga listrik yang melonjak tinggi, hingga kasus minyak goreng subsidi, yang justru menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.

Contoh kasus terkait minyak goreng bersubsidi. Konon katanya, minyak goreng subsidi awalnya akan berlangsung selama 6 bulan. Namun faktanya belum genap 2 bulan sudah dicabut kebijakan tersebut dengan alasan masyarakat membuat kegaduhan karena mengantri di outlet modern bahkan sampai ada yang kelelahan mengantri minyak goreng bahkan hingga meninggal dunia. Kemudian ditarik kembali subsidinya dikarenakan minyak goreng menjadi langka.

Hal ini menimbulkan kecurigaan pihak pemerintah pada masyarakat karena diduga ada yang menimbun minyak goreng hingga membuatnya langka. Namun sayang, diduga kebijakan ini karena minyak goreng bersubsidi sudah di ekspor keluar negeri oleh ‘oknum’.

Begitu pula dengan waktu yang semakin hari membawa kita semakin dekat dengan pelaksanaan pemilu. Sudah banyak sekali calon wakil rakyat mulai unjuk ‘gigi’ pada masyarakat agar nantinya mereka bisa dipilih oleh rakyat. Banyak sekali janji manis yang keluar hingga kitapun menjadi bosan mendengarnya.

Meskipun pandemi covid masih melanda, yang membuat pemerintah mengeluarkan banyak sekali peraturan. Bahkan hal ini akan berimbas nanti pada saat pemilu yang mengharuskan masyarakat berkumpul di TPS sehingga bisa menimbulkan gelombang besar penularan virus covid lagi.

Akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan presiden dan pemerintah menunda kegiatan pemilu. Karena pemilu adalah program kerja yang harus dilakukan. Para calon kandidat wakil rakyatpun semakin semangat menunjukkan dirinya serta mengumbar janji manisnya sebelum pemilu terlaksanakan.

Namun faktanya, janji-janji yang keluar selama pemilu akan hilang begitu saja ketika para calon wakil rakyat sudah mendapatkan kursi jabatan seperti yang diinginkan. Apakah ini berarti menunjukkan rusaknya sistem pemerintahan di negara kita?

Seyogianya pemerintah dan presiden bisa lebih bijak dalam mengambil sebuah keputusan agar tidak merugikan rakyat di kemudian hari. Banyak sekali kisah pada pemerintahan Islam pada zaman Rasulullah yang menceritakan sebuah kepemimpinan yang diatur oleh agama Islam dan sangat memberikan kedamaian serta ketentraman bagi masyarakatnya.

Mengingat, masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah, para petinggi negeri bisa mencontoh cara Rasulullah dan Khulafaurrasyidin setelahnya mengatur wilayah kekuasaannya dengan aturan Islam. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan rahmatan lil’alamiin terlebih jika dilakukan di dalam negara Indonesia yang tercinta ini.[]

Wallahu’alam bishowab