July 31, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Fitri Khoirunisa, A.Md (Muslimah Back To Muslim Identity)

Ingin ku ceritakan sebuah sistem yang pernah di terapkan dan pernah menguasai 2/3 dunia dan yang berhasil membuat masyarakat yang berada di bawah naungannya tidak ada yang layak menerima uang zakat dan infak karena mereka mampu. Sistem ini yang bisa mensejahterakan seluruh kalangan dan semua agama. Namun kini sistem tersebut telah runtuh karena keadaan umat Islam saat itu semakin lemah dan semakin jauh dengan Islam karena pengaruh buruk pemikiran barat dan peran Mustafa Kamal Atartuk yang telah menggantinya dengan sistem kapitalisme-demokrasi. Semakin hari semakin membuat kesengsaraan dalam seluruh aspek kehidupan, salah satunya makin meningkatnya angka kemiskinan.

Dikutip dari Kontan, Bank Dunia atau World Bank melihat kalau stimulus program perlindungan sosial dari pemerintah merupakan kunci untuk menyelamatkan perekonomian masyarakat dari krisis Covid-19. Dalam laporannya, Bank Dunia menyebut kalau besaran dana yang dikucurkan oleh pemerintah tersebut akan menentukan apakah masyarakat akan jatuh ke dalam jurang kemiskinan, dan Bank Dunia pun mengingatkan bahwa 8,5 Juta Masyarakat bisa jatuh miskin. (Kontan.co.id, 20/12/20)

Kita pasti sadar bahwa sepanjang 2020, Indonesia mengalami resesi. Ini adalah resesi pertama sejak krisis moneter 1998. Pertumbuhan ekonomi tercatat negatif dalam dua kuartal berturut-turut. Meski Pemerintah sudah mengoreksi proyeksinya, capaian ekonomi tetap meleset dari target. Pada kuartal I ekonomi masih bisa tumbuh 2,97 persen, namun turun dari tahun 2019. Sedangkan pada kuartal II perekonomian langsung terjun bebas ke level minus 5,32 persen.Pada kuartal III, perekonomian Indonesia masih tercatat minus 3,49 persen. Capaian ini di bawah target Pemerintah. Secara keseluruhan, pada 2020 Indonesia mengalami kontraksi atau penurunan.

Memang terdapat faktor alami yang menjadi penyebab resesi, yaitu adanya pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian global. Namun, hal ini bukan satu satunya faktor penyebab resesi. Respon dan kebijakan pemerintah terhadap pandemi turut menentukan terjadinya resesi ini. Respon yang efektif dan kebijakan yang tepat bukan semata-mata pemborosan anggaran memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan pribadi.

Krisis ini bisa terjadi, karena sistem kapitalis-demokrasi melahirkan kemiskinan massal. Adapun penyelesaiannya dengan mekanisme kapitalistik yang semakin mencekik dan menimbulkan masalah. Perbaikan prosedur (agar tepat sasaran) bukan solusi mendasar karena pilihan sistem politik demokrasi lah yang terus-menerus melahirkan problem sejenis. Salah satu kebijakan yang dinilai memperberat resesi adalah utang. Bahkan beberapa pengamat mengkritik hutang yang memberikan keuntungan kepada kreditor dengan membuat bunga utang yang cukup tinggi.

Misalnya, apabila ada yang mau kredit dengan bunga pinjamannya 15 persen, para pengusaha datang mengajukan kredit, mereka melakukan negosiasi hanya 12-13 persen. Namun, ada suatu negara yang datang mau bayar bunga 17-18 persen, 2 persen lebih mahal dari pasar selama 10 tahun. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Rizal Ramli dalam kanal Youtube Fadli Zon Official, Kamis (24/12).

Semua ini tidak akan terjadi jika sistem yang diterapkan saat ini adalah sistem Islam yaitu Khilafah Islamiyah, yang di mana selama berabad-abad lamanya pernah menguasai 2/3 dunia dan sedikit sekali menimbulkan masalah, apalagi masalah kemiskinan. Sistem khilafah adalah sistem yang anti kritikan, bukan karena tidak ingin di kritik, namun karena masyarakat tidak ada yang ingin mengkritik ketika Sistem Khilafah ini telah mengatur kehidupan mereka.

Karena dampaknya dapat dirasakan dengan kehidupan yang sejahtera, keamanan terjaga, kesehatan di jamin, pendidikan gratis, serta kebutuhan sandang, pangan dan papan terpenuhi. Apalagi ketersediaan lapangan pekerjaan, karena kepala Negara dalam Sistem Khilafah tidak akan membiarkan seorang ayah tidak menjalankan kewajibannya untuk memberi nafkah keluarga, karena itu adalah bagian dari perintah Allah SWT. Oleh karena itu negara akan menberikan lapangan pekerjaan bagi para ayah dan tulang punggung keluarga agar nafkah tertunaikan, di luar dari biaya pendidikan dan lainnya yang sudah di tanggung oleh negara.

Oleh karena itu, jangan melulu menolak Sistem Khilafah yang mungkin asing di telinga. Coba saja terapkan sistem Islam untuk mengatur kehidupan kita karena ini adalah sistem yang di bawa oleh Rasulullah saw. kemudian di lanjutkan oleh para sahabat hingga berakhir kehilafahan di Turki yang di sebut  Kekhilafahan Turki Utsmani. Aturan tersebut mendatangkan kemaslahatan karena berasal dari Allah SWT. Bukan siksaan dan kesengsaraan kita dapatkan dalam sistem Demokrasi saat ini.

Khilafah juga pernah menghadapi wabah yang mematikan. Namun dengan kombinasi antara kebijakan penanganan wabah yang efektif dan kebijakan ekonomi yang tepat, dapat mengatasi wabah sekaligus mencegah adanya gejolak resesi ekonomi. Rakyat pun tetap hidup sejahtera dan penuh berkah di bawah Khilafah. Khilafah lah sistem yang terbaik, ayo mari kita buktikan dengan menerapkan dan menegakkannya.[]

Wallahu’alam Bis Showwab.