March 5, 2024

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Kemiskinan Ekstrem dalam Sistem Kapitalisme

Oleh : Alfiyah (Pontianak, Indonesia)

Presiden Joko Widodo ingin mengentaskan kemiskinan ekstrem ketika mengakhiri masa jabatannya pada tahun depan. Namun, pakar berpendapat target itu terlampau ambisius sehingga hampir tidak mungkin tercapai (www.voaindonesia.com, 10/06/2023).

Pemerintah akan kesulitan menurunkan angka kemiskinan ekstrem satu persen dalam satu tahun. Apalagi, target yang menjadi sasaran dalam program ini tidak mudah diidentifikasi dan dijangkau. Mereka, misalnya adalah kelompok terpinggirkan seperti perempuan, tinggal di daerah terpencil, dan memiliki disabilitas.

Dalam penjelasan pemerintah, kemiskinan ekstrem adalah kondisi dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan akses informasi. Dalam angka, seseorang dikategorikan miskin ekstrem jika kemampuan daya beli (Purchasing Power Parity/PPP) hanya mencapai $1,9.

PPP ini ditetapkan dengan menggunakan aturan kemiskinan absolut atau absolute poverty measure yang konsisten antarnegara dan antar waktu. Dalam hitungan rupiah, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021, seseorang dikategorikan miskin ekstrem jika pengeluarannya ada di bawah Rp10.739/orang/hari atau Rp322.170/orang/bulan. Berdasarkan hitungan itu, satu keluarga yang memiliki dua anak, dinilai miskin ekstrem jika pengeluarannya setara atau di bawah Rp1,28 juta per bulan.

Menurut data BPS, pada Maret 2021 ada 2,14 persen atau 5,8 juta jiwa masyarakat Indonesia yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Menurut perhitungan, dengan mempertimbangkan berbagai kondisi, kemiskinan ekstrem pada 2024 bisa mencapai 2,6 atau 3,1 persen setara sekitar 7,2 – 8,6 juta jiwa.

Kemiskinan adalah buah dari sistem ekonomi kapitalistik yang di terapkan saat ini. Selama kapitalis ini diterapkan kemiskinan akan terus di produksi secara sistemis. Pasalnya sistem ini tidak memberikan ekonomi pada orang yang tidak memiliki modal. Si miskin akan tetap miskin, bahkan bisa bertambah  miskin pada saat harga kebutuhan naik.

Sistem kapitalis juga telah banyak buat banyak perempuan menderita karena telah terbebani dengan berbagai hal yang bukan tanggung jawab mereka. Sistem kapitalis juga telah memandulkan peran negara mengurusi rakyatnya sehingga rakyat harus bertahan sendiri kalau mau hidup. Sumber daya alam melimpah yang seharusnya dikelola negara demi kesejahteraan rakyat, nyatanya dikelola dan keuntungannya diambil oleh kaum pemodal yang hakikatnya telah menjadi “penguasa “di negeri ini.

Hanya kepada sistem Islam kita bisa berharap solusi tuntas. Semua sumber daya alam akan dikelola oleh negara dan hasilnya diberikan kepada seluruh rakyat. Dan negara akan memberikan lapangan kerja bagi kaum laki-laki. Hanya dengan penerapan Islam secara kaffah kemiskinan ekstrem terselesaikan. Tidak hanya diindonesia tapi juga didunia.[]

Wallahu’alam bisshowwab