August 4, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Fitri Khoirunisa,A.Md (Opinion Maker)

Islamofobia sebuah penyakit yang ditujukan untuk membenci dan memiliki ketakutan terhadap Islam dan umat Islam termasuk ajaran dan syariah Islam. Islamofobia terjadi karena dorongan dari luar yang merasuk ke dalam hati dan fikiran orang-orang yang membenci Islam. Baik di Indonesia maupun di Barat kondisi umat Islam sangat di khawatirkan. Kata-kata terorisme, radikalisme, ekstrimisme dan berbagai isme-isme lainnya terus saja menyerang dan menjadikan Islam sebagai sasaran. Dan ini semua merupakan buah dari sistem sekuler-kapitalis yang telah melahirkan semua fitnah yang ditujukan kepada Islam. Bahkan baru-baru saja terjadi islamofobia kembali merenggut nyawa umat muslim di Kanada.

Sebagaimana dilansir dari bisnis.com (8/6) lalu mengabarkan bahwa polisi di Provinsi Ontario Kanada mengatakan, seorang pengemudi dengan sengaja menyerang satu keluarga dengan alasan karena mereka muslim, sehingga menewaskan empat orang dan melukai serius seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. Serangan itu dikecam sebagai “tindakan kebencian yang tak bisa diungkapkan”, selain bersikap islamofobia atau istilah kejiwaan untuk ketakutan dengan pemeluk agama Islam. Para korban yang berasal dari anggota keluarga yang sama dipukul dengan benda keras pada Minggu (6/6/2021) malam ketika mereka menunggu untuk menyeberang jalan di kota London, sekitar 200 km (124 mil) barat daya Toronto. (Bisnis.com, 8/6/2021).

Kecaman dari pejabat negara terhadap tindak teror ini tidaklah untuk cukup menghentikan kekerasan terhadap muslim akibat islamofobia. Dan penanganan terhadap pelaku teror serta kekerasan terhadap umat Islam pun hanya di anggap angin lalu, terlebih lagi pelaku tidak pernah dikatakan sebagai pelaku terorisme, orang penyebar teror. Padahal fakta dan hukum dalam undang-undang sudah menunjukkan bahwa tidakan yang dilakukan adalah tindakan teror dan suatu tindak kejahatan yakni pembunuhan.

Mengutip apa yang ditulis oleh Nindira Aryudhani, Spi.,Msi dalam rubrik Opini di MuslimahNews.com menyatakan bahwa sekalipun telah menyampaikan rasa simpatinya, tentu sikap seorang penguasa harus lebih dari yang telah dilakukan oleh Perdana Menteri Kanada, Trudeau. Pembelaan yang dibutuhkan umat Islam tidak cukup hanya dengan sekadar kecaman.

Sungguh jiwa seorang muslim telah dijamin oleh Allah Swt. Barang siapa yang bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mengakui keberadaan Allah Swt., mengesakan-Nya, membenarkan kenabian Muhammad saw., mengakui risalah yang dibawanya, maka jiwanya terpelihara. Siapa pun tidak dibenarkan membunuhnya. Jaminan ini berlaku bagi setiap muslim.

Rasulullah saw bersabda, “Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga sebab: (1) orang yang telah menikah yang berzina, (2) jiwa dengan jiwa (membunuh), (3) orang yang meninggalkan agamanya (murtad), lagi memisahkan diri dari jemaah kaum muslimin.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tanpa adanya pelindung dari negara, nasib umat Islam akan terus sama. Dimana pun umat Islam berada, selama masih berdampingan dengan orang-orang yang di dalam hatinya penuh kebencian terhadap Islam dan semua ajarannya maka akan selalu ada penyakit Islamofobia yang mengancam kehidupan umat Islam.
Di dalam sistem sekuler yang menerapkan demokrasi, nyawa umat Islam seperti tidak dianggap. Aturan yang seharusnya diatur dengan aturan Allah swt. sampai saat ini diambil alih oleh manusia yang serakah, lemah, penuh kontradiksi, dan sangat terbatas. Dengan adanya demokrasi, manusia diberi kekuasaan untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah.

Bahkan tidak hanya itu, sekulerisme-kapitalisme selaku induk demokrasi dalang dari semua ini juga selalu menghasilkan disparitas sosial dan ekonomi. Demokrasi kapitalisme tak mungkin memberikan keadilan bagi seluruh masyarakat, baik muslim maupun non-muslim. Segala aspek kehidupan dalam demokrasi kapitalisme akan senantiasa pincang dan tambal sulam. Ini semua membuktikan bahwa demokrasi kapitalisme adalah aturan yang batil termasuk untuk memberikan solusi terhadap penyakit islamofobia.

Bagi kalangan yang tidak paham, lebih-lebih di Barat islamofobia begitu kencang terjadi, seluruh kebaikan Islam seolah tak tampak. Gelapnya ideologi sekulerisme-kapitalisme yang melahirkan demokrasi telah menutupi keindahan cahaya Islam dan syariah Islam.
Tak pelak, di sini mutlak butuh perubahan. Yakni perubahan yang menyeluruh, untuk memandang Islam dan kaum muslim secara jernih. Termasuk mengupayakan tegaknya tata kehidupan yang menerapkan syariah dan berdiri di atas ideologi yang sahih.

Oleh karena itu jelaslah, hanya dalam naungan sistem yang diturunkan oleh Allah, yakni Islam, semata-mata yang mampu dan bersedia memberikan perlindungan jiwa. Jiwa adalah salah satu hak milik manusia yang paling berharga. Tersebab hal ini, kebutuhan akan tegaknya sistem Islam dan peran negara untuk memberikan perlindungan yakni Khilafah sebagai sistem pelaksana syariat Islam jadi kian mendesak.

Hanya kepemimpinan Islam yang mampu menghentikan kekerasan dan mengangkat kehormatan Islam di tengah bangsa di dunia. Oleh karenanya kita semua harus bergerak dan berdakwah demi terwujudnya Islam kaffah sehingga umat Islam kembali mulia dan berjaya seperti sedia kala. Jangan biarkan nyawa umat Islam banyak melayang karena islamofobia dan sistem demokrasi masih melenggang.[]

Wallahualam bisawwab