October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Irwan Susandi (Lembaga Dakwah Remaja Khatulistiwa)
Sangat disayangkan pernyataan dari Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi yang mengkhawatirkan ketertarikan kalangan milenial pada khilafah dan jihad. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mendasarkan kekhawatirannya pada hasil penelitian Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta di 18 kota/kabupaten.
Penelitian itu mengungkap generasi milenial sangat berminat mengakses literatur keagamaan. Masalahnya, literatur keagamaan yang banyak diminati justru yang bertopik jihad dan khilafah.
Hal lain yang merisaukan Zainut ialah tantangan ekstremisme dan intoleransi. Hasil penelitian Pusat Studi Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di 18 kota/kabupaten pada 2018 menunjukkan ancaman ekstremisme di kalangan kaum muda berusia 15-24 tahun.
Oleh karena itu, Zainut meminta perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membekali mahasiswa dengan perspektif moderat dalam memahami teks-teks keagamaan dan kehidupan sosial. Penyandang gelar doktor bidang politik Islam itu menyatakan mahasiswa harus menjadi agen sekaligus teladan dalam praktik keagamaan yang moderat. (jppn.com, 19/9/2021)
Perlu dipahami bahwa khilafah dan jihad adalah ajaran Islam. Sehingga mempelajari dan memperjuangkannya menjadi sangat penting dna hal ini merupakan suatu kewajiban. Bahkan, materi khilafah dan jihad sudah sejak lama masuk dalam kurikulum pendidikan madrasah di Indonesia, namun karena satu lain hal saat ini sudah dihilangkan dari kurikulum pendidikan. Ulama nusantara semisal H. Sulaiman Rasjid juga menjelaskan khilafah adalah suatu susunan pemerintahan yang diatur menurut ajaran agama Islam dalam bukunya Fiqih Islam.
Istilah Islam moderat ini sangat berbahaya sebab istilah ‘moderat’ adalah jalan tengah yang menginginkan penghapusan peran agama dalam kehidupan. Pemisahan ini juga dikenal dengan istilah sekulerisme, pemisahan agama dari kehidupan publik. Istilah ini sebenarnya adalah pendekatan halus dalam pertarungan ideologi kapitalisme dan Islam dan bertujuan untuk mencegah penyebaran dan kebangkitan Islam politik.
Alih-alih dapat membawa umat islam kepada kebangkitan, justru yang terjadi ide ini akan semakin menjauhkan umat dari kebangkitan. Oleh sebab itu, umat Islam khususnya kaum millenial harus membendung pemikiran Islam moderat dari akarnya dan membuangnya jauh-jauh serta terus berupaya memahami dan memperjuangkan Islam kaffah.
Tujuan disebarkannya ide tersebut diantaranya adalah untuk membuat keraguan dan menjauhkan umat Islam dari pemahaman Islam yang kaffah termasuk ajaran khilafah dan jihad. Agar nilai-nilai dan praktek Islam khususnya yang berhubungan dengan politik Islam dan berbagai hukum-hukum Islam lainnya dapat dieliminasi dari kaum muslim sehingga diganti dengan pemikiran dan budaya barat. Harapannya tentu saja penjajahan atas kaum muslim dapat tetap langgeng. Ini menjadi berbahaya.
Sudah sangat jelas bahwa sesungguhnya Allah Azza wajalla sudah memerintahkan kepada umat Islam untuk mengamalkan Islam secara kaffah. Ajaran Islam telah dicontohkan dan dibawa oleh Rasulullah Muhammad Saw. Islam yang dibawa tersebut telah mengatur seluruh aspek kehidupan, baik menyangkut kehidupan pribadi, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dengan kata lain, umat Islam diminta untuk mengatur seluruh urusan kehidupan dengan Islam.
Sebagaimana firman Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِين
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (TQS. Al-Baqarah [2]: 208).
Penerapan Islam kaffah hanya mungkin dilakukan jika syariah Islam diterapkan secara total oleh negara dalam sistem pemerintahan Islam yakni Khilafah ala minhaj an-nubuwah.
Kekuatan negara inilah yang paling mungkin untuk menghadang penjajahan gaya baru (neoliberalisme/ neokapitalisme) yang sedang dan telah dilakukan oleh negara-negara penjajah yang berideologikan kapitalisme. Upaya penjajah tersebut sangat membahayakan bagi generasi muda. Berbagai upaya mereka lakukan untuk menggerus dan melenyapkan akidah Islam. Sarana serangan mereka salah satu diantaranya adalah serangan budaya dan life style yaitu dengan food, fun, fashion (3F).
Generasi muda saat ini tentu ada yang sudah sadar dan ada yang belum sadar bahwa para pemuda memiliki kekuatan di masa usia mereka. Tentu kekuatan ini perlu disalurkan ke dalam perjuangan Islam. Bagi yang sudah menyadari tentunya harus menyadarkan kepada yang belum sadar.
Untuk itulah perlu dilakukan pembinaan Islam dan penyadaran secara rutin untuk membentuk pola pikir dan pola sikap Islam bagi kaum milineal. Sehingga kedua hal tersebut akan membentuk kepribadian islam, dan dapat membentengi diri dari budaya rusak ideologi kapitalisme. Selain itu perlu terlibat aktif dalam perjuangan dakwah termasuk memperjuangkan Khilafah Rasyidah yang sesuai metode kenabian. Sebab, amanah dakwah khilafah ini juga ada dipundak kaum millenial. Kewajiban kita bersama sampai mati.[]
WalLahu’alam BIsshowwab