April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : dr. Reda Hayati ( Muslimah Ideologis Khatulistiwa)

Persekusi ulama kian menjamur bak musim hujan, dan anehnya solusi yang diberikan tak pernah tuntas. Bukan sekali atau dua kali persekusi ditujukan ke para ulama, tetapi berulang kali. Kasus yang mencuat seperti persekusi terhadap Ustadz Felix Siauw, Ustadz Tengku Zulkarnain, Ustadz Abdul Somad, dan lainnya. Ada yang dibubarkan pengajiannya, dilarang masuk ke sebuah daerah, hingga ada yang sampai melukai fisik.

Baru-baru ini, persekusi juga dilakukan kepada Ustadz Ismail Yusanto. Beliau dianggap melakukan propaganda yang dapat memecah persatuan NKRI, tidak pancasilais dan seabrek alasan lain yang tidak berdasar. 

“Kami melaporkan Ismail Yusanto karena masih mengaku sebagai Jubir HTI, padahal organisasi ini sudah dibubarkan dan terlarang serta terus mempropagandakan khilafah ala HTI ke publik khususnya melalui media sosial,” kata Heriansyah atau Ayik yang pernah menjadi anggota HTI kepada wartawan. (detik.com, 28/8/2020)

Padahal, dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim dan bukti cinta kepada Negeri ini. Jika berdakwah saja dilarang, dihadang terus-menerus oleh oknum-oknum tertentu, maka jelaslah siapa yang tidak berpihak kepada negara ini. Sedangkan Khilafah yang sedang dibicarakan merupakan bagian dari ajaran Islam. Adapun pemutaran film yang disinyalir ditumpangi oleh propaganda HTI, sungguh tidak berdasar. 

Khilafah bukan hanya sekedar khayali belaka, ia pernah diterapkan pasca wafatnya Rasulullah saw di Madinah hingga runtuhnya Daulah Khilafah pada tanggal 3 Maret 1924 di Turki. Hampir 13 abad dan menguasai 2/3 dunia, menjamin ketentraman dan kesejahteraan hidup di bawah Naungan Daulah Islamiyah. Sejarah haruslah diungkap, tidak boleh dikubur dalam-dalam, publik harus tahu, selain untuk menambah khazanah Islam juga menyadarkan bahwa pentingnya penerapan hukum syara’ secara Kaffah.

Di dalam Islam, jika terdapat kesalahan dalam penyampaian, maka tidak harus dengan persekusi. Ada cara lain seperti mengingatkan dan menasehati dengan cara yang baik. Menjaga muru’ah dan marwah nya seorang ulama sangat dianjurkan. Sikap berkasih sayang dan berlemah-lembut sesama muslim diwajibkan. 

Ketika ulama dihina, dibenci dan dipersekusi, sama saja seperti melakukan pelecehan terhadap agama. Ulama adalah penyambung lidahnya Rasulullah saw. Sudah saatnya kita menjaga, mencintai dan memuliakan para ulama, ustadz dan ahlul ilmi yang senantiasa menyampaikan kebenaran karena Allah SWT.

Wallahualam bisshawwab.