October 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh :  Waviza – Muslimah  Pontianak

Ketua Aliansi Perempuan Kalimantan untuk Perdamaian dan Keadilan Gender atau Alpekaje, Norberta Yati, menginginkan keterlibatan perempuan dalam upaya perdamaian. Dia menyatakan bahwa perempuan telah dititipkan tanggungjawab untuk jadi agen perdamaian.

Melalui sejumlah program yang bertujuan membangun pendidikan perdamaian bagi perempuan sehingga potensi perempuan dapat digali untuk membangun perdamaian. Program-program pendidikan perdamaian ini lalu diintegrasikan dengan kepemimpinan perempuan. (Mediaedukasiborneo.com, 23/02/2021)

Adanya pendidikan perdamaian bagi perempuan yang diintegrasikan dengan kepemimpinan perempuan dapat menyudutkan Islam sebagai agama yang tidak berpihak pada perempuan, dan akan memperkuat moderasi serta sekulerisme. Padahal moderasi ini justru akan menjauhkan Islam dari hakikat sejatinya sebagai ajaran kaffah dan pemersatu hakiki antar seluruh golongan. Program moderasi juga akan menyimpangkan sejatinya peran perempuan dalam Islam.

Islam adalah agama yang memuliakan perempuan. Islam memberikan nilai tak terhingga pada status perempuan. Islam sebagai manda tidak pernah memandang perempuan sebagai objek eksploitasi melainkan kehormatan yang harus dijaga. Islam juga telah memberikan peran yang strategis dan penting bagi perempuan yakni umm wa rabbatul bayt (ibu dan pengurus rumah tangga).

Ditangan para perempuan inilah generasi dicetak agar memiliki kepribadian Islam yang akan memimpin peradaban. Karena tugas dan peran yang diberikan kepada perempuan sangat penting oleh karena itu negara memiliki tugas besar melaksanakan hukum yang menjamin penjagaan dan kehormatan keada perempuan. Hanya penerapan Islam dalam bingkai negara (Khilafah Islamiyah) yang mampu mengembalikan peran perempuan dalam melahirkan generasi yang berkontribusi untuk peradaban. []