April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Malinda (Pontianak – Kalimantan Barat)

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mengalami perkembangan setiap tahunnya. Perkembangan teknologi memiliki banyak dampak positif sehingga bisa memakmurkan kehidupan manusia. Oleh karena itu manusia dituntut untuk lebih meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam berbagai bidang, salah satunya pada aspek digital.

Dilansir dari Antara Kalbar (23/2/2021), berdasarkan survei yang dilakukan penyedia layanan web hosting Amazon Web Services, pekerja yang memiliki kemampuan di bidang digital baru mencapai 19 persen dari seluruh angkatan kerja yang ada di Indonesia.

Untuk mendukung perekonomian pada 2025, dibutuhkan lebih dari 110 juta pekerja agar bisa selaras dengan dinamika teknologi. Pekerja Indonesia diharapkan mengembangkan kecakapan digital diantaranya menggunakan platform komunikasi online dan perangkat lunak untuk mendukung kolaborasi sehingga mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dari informasi tersebut disinyalir bahwa optimalisasi pekerja digital akan menguntungkan para pemilik modal dan kapitalis yang banyak menguasai perusahaan-perusahaan besar pada bidang digital yang ada di negeri ini. Selain itu, akan semakin banyak pengangguran dikarenakan perusahaan beralih dari industri konvensional menuju industri digital sehingga dapat dimungkinkan tenaga kerja yang tidak diperlukan akan dirumahkan. Begitulah watak dari sistem yang diterapkan saat ini yakni sistem ekonomi kapitalisme.

Optimalisasi pekerja digital hanya akan diorientasikan pada materi dan dunia semata. Rakyat dijadikan alat oleh para kapitalis untuk meraup untung sebanyak-banyaknya. Sistem kapitalisme yang diterapkan sekarang tidak akan memikirkan kesejahteraan umat secara penuh sehingga jurang antara si kaya dengan si miskin akan semakin lebar.

Berbeda dengan Islam, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) harus sesuai dengan akidah Islam. Harus seimbang dengan kewajiban seorang hamba di dunia yakni untuk beribadah kepada Allah. Dalam Islam, kemajuan teknologi tidak dilarang bahkan akan dikuasai agar memudahkan manusia untuk beribadah kepada Allah dan agar dapat lebih bersyukur.

Perkembangan teknologi diorientasikan untuk kebaikan di jalan Allah, dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperdalam ilmu agama dan menyebarkan Risalah Islam ke seluruh penjuru dunia.[]