October 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Sri Purwanti – Sambas

Kebijakan PPKM selain menutup rumah ibadah, pemerintah juga menutup tempat kegiatan publik lain. Pusat perbelanjaan (Mall), lokasi kegiatan seni dan budaya, sarana olahraga, serta tempat publik yang memiliki potensi menyebabkan kerumunan juga ditutup. Termasuk penyelenggaran shalat Idul Adha dan takbiran yang sangat dinantikan oleh umat Islam namun kembali terkendala karena wabah pandemi yang masih melanda.

Pasalnya, hari raya Idul Adha yang merupakan momen sebagai syiar untuk menampakkan persatuan dan ketaatan umat Islam menjadi terhambat. Di sisi lain, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan justru mengumumkan bahwa kegiatan proyek konstruksi akan tetap berjalan 100 persen. (http://pangandaran.pikiran-rakyat.com (1/7)).

Tentu saja hal ini membuat publik semakin kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Kebijakan yang diberikan terasa tak beriringan. Pengetatan di rumah ibadah, namun pelonggaran di sektor lainnya. Sehingga tak dipungkiri, masyarakat pun menjadi abai dalam menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Beginilah gambaran kegagalan kepemimpinan sekuler kapitalis dalam mengatasi pandemi, yang menjadikan keuntungan sebagai standar menyusun kebijakan. Sementara ibadah, hanya menjadi bagian kepentingan individu saja.

Berbeda dengan negara dengan sistem Islam. Yang akan memberikan solusi tuntas dalam menangani pandemi. Memberikan tuntunan terbaik bagi masyarakat dalam menghadapinya. Menjaga keselamatan jiwa rakyat sedari awal dengan penanganan yang cepat dan tepat. Sehingga ibadah yang dinantikan setahun sekali sebagai syiar agama Allah tetap akan bisa diupayakan untuk terlaksana. []