May 21, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Lathifah M. Lubis, SE (Pontianak-Kalbar)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, menggelar pertemuan bilateral di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau pada Selasa 25 Januari 2022. Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo meyakini hubungan Indonesia-Singapura akan makin kuat, ini sudah memasuki tahun ke 55. Sementara PM Lee menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas sambutan yang baik  (insidepontianak.com, 25/01/22).

Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam yang berlimpah. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi negara-negara imperialis dan sekutunya. Mereka membutuhkan sumber bahan industri, sedang Indonesia tak punya cukup keberanian mengelola sumber daya alam sendiri. Maka, kesempatan ini diambil oleh mereka untuk mengeruk sumber daya alam secara murah dengan dalih kerja sama.

Kenyataan tak seindah harapan. Kerja sama yang dilakukan Indonesia selama ini nyatanya tak kunjung menyejahterakan. Karena faktanya keuntungan terbesar selalu diraup oleh para pengeksplornya (negara lain).

Dalam negara Islam (Khilafah), bentuk kerja sama tergantung dari posisi negara tersebut. Negara akan mengerti bahwa tugasnya adalah mengurusi urusan umat, termasuk dalam mengelola SDA. Kewajiban negaralah untuk mengelola SDA secara independen dan menyerahkan hasil pengelolaan itu pada rakyat, berupa pemenuhan fasilitas umum, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Jika pun ingin melakukan kerja sama, negara hanya akan melakukannya dengan negara kafir mu’ahad, dengan pertimbangan menguntungkan negara, bukan merugikan.

Maka, sudah seharusnya Indonesia tidak boleh asal melakukan kerja sama dengan negara lain. Apalagi jika konseksuensinya akan menggadaikan kedaulatan negara ke tangan asing.[]