December 6, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Syiria (Sintang)

Ketika kita bicara soal sumberdaya alam negara kita, tentu kita sudah paham betul apa yang kita miliki. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumber daya alam berlimpah. Namun teramat sangat disayangkan, bahwa kenyataan yang terjadi semua kekayaan itu diserahkan kepada asing dengan bebas oleh negara. Seolah negara tidak mampu untuk mengelolanya. Termasuk pengelolaan SDA Kalimantan Barat dan pembangunan infrastrukturnya.

Terlihat bahwa pemerintah menggelarkan karpet merah bagi para investor. Padahal banyak mega proyek yang mangkrak, dan tentunya telah menghabiskan dana yang banyak.

Istilah investasi disederhanakan dengan sebutan utang misalnya. Pihak asing memberi utang kemudian mengambil dan mengelola sumber daya alam untuk kepentingan mereka sendiri yaitu investor bukan untuk rakyat negeri ini. Kita hanya dapat limbah dan kerusakan lingkungan yang sangat merugikan.

Aneh bukan? Begitulah yang terjadi ketika SDA dibawah pengelolaan para kapitalistik. Sungguh sayang, kekayaan alam yang melimpah, namun jatuh di tangan yang salah yaitu tangan kapitalistik.

Lantas bagaimana seharusnya? Sudah seharusnya kita memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi milik kita sendiri. Karena SDA ini adalah pemberian Allah, oleh karena itu sudah seharusnya menggunakan aturan Allah dalam pengelolaannya supaya tidak merugikan siapapun. Dan tentu saja yang akan merasa dirugikan adalah para kapitalis.

Solusi pengelolaan SDA sudah ada dalam Islam. Dalam pandangan Islam, SDA adalah harta milik umum yang wajib dikelola oleh negara secara langsung tanpa perantara dan hasilnya diperuntukkan kesejahteraan setiap warga negara tanpa terkecuali.

Sejatinya, memperhatikan umat dalam berbagai aspek kehidupan adalah salah satu kewajiban penguasa. Penguasa wajib mengurus kepentingan-kepentingan umat, mengamati keadaan mereka, dan menjadikan hal ini urusan yang penting dalam pengaturan tersebut. Ia tidak boleh menyerahkan tugas-tugas itu kecuali harus turun tangan sendiri. Mengetahui seluruh hal ihwal umat, dan berkewajiban untuk memperhatikan kepentingan-kepentingan umat.

Rasulullah Saw bersabda, “Setiap hamba yang diberi kepercayaan oleh Allah untuk memperhatikan rakyatnya namun pada saat meninggal ia dalam keadaan menipu rakyatnya, niscaya Allah mengharamkan ia masuk surga.” [HR. Muslim].

Bauksit, batu bara, emas, dan semua minerba milik negara kita jika dikelola dengan baik dan benar, maka tidak akan ada infrastruktur yang mangkrak hanya karena kepentingan investasi. Jika negara memperhatikan urusan warganya sudah pasti dalam pengelolaan itu tidak akan sembarangan dan tidak akan merugikan.

Apabila SDA ini dikelola sesuai dengan hukum dan aturan Allah, maka hasilnya sudah pasti diperuntukkan kesejahteraan umat. Seluruh warga akan mendapatkan manfaat dari hasil pengelolaan SDA tersebut, baik Muslim ataupun non-muslim.

Pemanfaatan hasil SDA bisa ditujukan untuk kepentingan rakyat seperti membangun sekolah-sekolah, tempat pendidikan gratis hingga jenjang kuliah dengan pengajar yang digaji dengan gaji terbaik bagi pengajarnya. Termasuk pelayanan kesehatan gratis mulai dari rumah sakit hingga klinik.

Pembangunan infrastruktur tanpa ada korupsi yang menggerogotinya, penyediaan sarana transportasi yang memadai, pengadaan listrik, biaya bahan pokok murah, dan masih banyak lagi kebutuhan hajat publik umat yang bisa dipenuhi dengan baik bahkan diupayakan dengan gratis.

Kewajiban pemerintahlah melayani masyarakat dan mewujudkan kehidupan yang mulia bagi semua orang yang hidup di negeri Islam, baik Muslim maupun yang non-muslim. Sudah pasti bahwa penguasaan SDA ini ditangan negara, bukan asing ataupun swasta. Maka dapat dibayangkan betapa sejahteranya kita dan mendapatkan kenyamanan dan ketenangan kehidupan jika semua kebutuhan kita terjamin?[]

Wallahu’alam bishowab.