March 1, 2024

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Gelombang Panas Ekstrem Butuh Solusi Global

Oleh: Khairani (Aktivis Muslimah Pontianak)

Gelombang panas ekstrem terjadi di sejumlah negara di dunia. Beberapa negara yang dilanda gelombang panas ekstrem diantaranya Yuanyang, China dengan suhu 42,4°C (18/4), beberapa wilayah di Thailand dengan suhu 43°C (23/4), Myanmar dengan suhu 44°C (17/4), Bangladesh dengan suhu mencapai 51,2°C (17/4), dan India dengan panas tertinggi mencapai 44,2°C (18/4) hingga menyebabkan 13 orang meninggal dunia di negara bagian Maharashtra barat saat menghadiri upacara penghargaan negara pada 16 April. (CNN Indonesia, 27/04/2023)

Di Indonesia sendiri, pernah tercatat suhu maksimum harian mencapai 37,2°C di stasiun BMKG di Ciputat, akan tetapi beberapa lokasi lainnya berada pada kisaran 34°C – 36°C. BMKG telah menegaskan bahwa fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan, jika ditinjau secara lebih mendalam secara karakteristik fenomena maupun secara indikator statistik pengamatan suhu, tidak termasuk ke dalam kategori gelombang panas. (CNBC Indonesia, 26/04/2023)

Meski gelombang panas ekstrem belum dianggap terjadi di Indonesia, namun perubahan suhu sudah dirasakan dan memberikan dampak besar bagi masyarakat. Banyak masyarakat yang mengeluh bahwa suhu di Indonesia begitu panas dan tidak seperti biasanya. Keluhan ini juga terdengar dari kalangan para petani, hingga merekapun mengantisipasi jika Indonesia akan dilanda kekeringan mulai April hingga Juni tahun ini. (bbc.com, 26/04/2023)

Gagalnya Kapitalisme Menyelesaikan Problem

Gelombang panas merupakan permasalahan global, sehingga membutuhkan solusi global pula. Akan tetapi, dunia yang saat ini berada dalam cengkeraman kapitalisme nyatanya selalu mengalami masalah.

Jika kita perhatikan, bencana alam terjadi disebabkan oleh 2 hal, yakni murni bencana alam dan yang kedua disebabkan oleh kerusakan akibat ulah perbuatan manusia. Mencermati gelombang panas yang tidak biasa ini, ia disebabkan akibat pemanasan global dan perubahan iklim, artinya tidak sebatas fenomena alam, tetapi ada campur tangan manusia.

Ideologi kapitalisme meniscayakan manusia menjadi rakus dan serakah. Mereka hanya memikirkan keuntungan pribadi atau kelompoknya tanpa memikirkan akibat yang terjadi setelahnya. Demi kekayaan atau keuntungan, mereka mengeksploitasi tambang besar-besaran, menebang pohon, dan menyulap hutan menjadi pemukiman untuk area bisnis dan gedung pencakar langit.

Sampai saat ini, Ideologi Kapitalisme bahkan belum menunjukkan upaya nyata untuk menyelesaikan persoalan global ini. Mereka memang menyerukan program energi terbarukan dalam rangka mengurangi emisi karbon dioksida yang menjadi penyebab utama perubahan iklim. Tapi disisi lain mereka membiarkan para kapitalis senantiasa melakukan aksinya merusak lingkungan. Mereka seakan memberikan solusi, padahal kerusakan itu disebabkan oleh tangan mereka sendiri.

Islam Satu-Satunya Solusi

Satu-satunya solusi yang kita harapkan saat ini ialah kembali kepada penerapan Ideologi yang shahih, yakni Ideologi Islam. Ideologi ini berasal dari Allah sang pencipta kehidupan. Maka tentu, Allah sangat tau bagaimana mekanisme yang paling tepat untuk mengatur kehidupan ini.

Manusia yang hidup di bumi ini, semestinya menerapkan aturan yang menciptakan bumi itu sendiri yakni aturan ALLAH SWT., bukan justru menerapkan aturan manusia yang lemah, sehingga terjadilah kerusakan demi kerusakan.

Islam adalah solusi untuk persoalan global ini. Dengan sistem Khilafah akan ada satu komando untuk menyelesaikan problem dari akar masalah. Islam tidak akan membiarkan terjadi eksploitasi tambang secara besar-besaran, apalagi dilakukan oleh para kapitalis. Islam memiliki aturan bagaimana manusia dapat mengambil manfaatkan yang terkandung di bumi tanpa harus menjadikannya kacau balau.

Syariat Allah satu-satunya syariat yang tepat menyelesaikan masalah global ini. Oleh sebab itu, Islam tidaklah cukup diambil sebagian saja syariatnya. Akan tetapi, Islam mesti diterapkan secara keseluruhan dari akar hingga daunnya, baik oleh individu, negara bahkan dunia.

Wallahu a’lam bish-shawab.[]