November 11, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Agustin Pratiwi S.Pd (Muslimah Ideologis Khatulistiwa)

Sebuah lembaga riset global, Pew Research menyatakan Indonesia adalah negeri mayoritas muslim terbesar di dunia, tahun 2010 tercatat 209,1 juta jiwa memeluk agama Islam (tirto.id, 16/8/2017). Tentu saja hal ini tak bisa terlepas dari sejarah penyebaran Islam di Nusantara. Pada abad ke 7 M Islam menjadi mercusuar peradaban dunia dalam naungan negara yang berdedikasi untuk ibadah dan mengemban dakwah keseluruh belahan dunia, yakni Khilafah Islamiyah.

Namun sangat disayangkan, masih ada pihak tertentu yang mengatakan Khilafah berbahaya dan radikal. Bahkan siapapun yang mendakwahkannya dilabeli dengan sebutan anti kebhinnekaan, menentang Pancasila, hingga tudingan ingin merusak NKRI. Padahal Khilafah adalah ajaran Islam mulia yang dibawa Rasulullah saw. Jika saja umat Islam di negeri ini mau mencermati dan menelusuri sejarah Islam di Indonesia, maka tak terbantahkan fakta sejarah bahwa beberapa wilayah Indonesia pernah menjadi bagian dari kekhilafahan Islam.

Pemutaran premier film Jejak Khilafah di Nusantara yang di prakarsai oleh Komunitas Literasi Islam pada 1 Muharram lalu menyuguhkan dengan sangat gamblang bahwa terdapat hubungan erat antara Kekhilafahan Turki Utsmaniyah dengan menyebarnya Islam di tanah air Indonesia. Para ahli sejarah juga mengungkap dan mengakui adanya kekuatan politik umat Islam secara riil saat berada dalam naungan Khilafah Islamiyah.

Menurut Adhe Nuansa Wibowo, ketua Majelis Pertimbangan KAMMI Turki mahasiswa Ph.D Studi Keamanan Internasional mengatakan bahwa catatan sejarah tentang adanya hubungan diplomatik, ekonomi dan militer akan kehadiran kekhilafahan Turki Utsmani menjadi faktor utama dalam kehidupan kesultanan di nusantara (tribunnews.com, 7/8/2019)

Sri Sultan Hamengkubuwono X juga mengungkapkan adanya hubungan Kraton Jogjakarta dengan Kekhilafahan Turki yang disampaikan pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6 pada tanggal 12 Februari 2015. Sri Sultan mengatakan bahwa Keraton Jogjakarta adalah perwakilan kekhilafahan Islam kelanjutan dari Kesultanan Demak. Dengan adanya penyerahan bendera  Laa ilaaha illa Allah berwarna ungu kehitaman yang terbuat dari kain Kiswah Ka’bah dan bendera bertuliskan Muhammadurrasulullah berwarna hijau menandakan diakuinya kerajaan di Indonesia sebagai bagian dari kekhilafahan (detik.com,26/2/2015)

Catatan fakta diatas adalah sebagian kecil gambaran adanya hubungan historis kekhilafahan Islam di Nusantara. Khilafah telah berjasa dalam penyebaran Islam dan membantu dalam mengusir penjajah. Sudah saatnya umat bersatu untuk mewujudkan kembali kejayaan Islam yang pernah eksis selama 13 abad lamanya dan memimpin dunia dengan menerapkan sistem pemerintahan Islam, Khilafah Islamiyah.

Wallahua’lam bishawab