May 17, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Waviza (Sambas-Kalbar)

Korban begal yang jadi tersangka, Murtede alias Amaq Santi (34) berharap bisa bebas murni sebelum persidangan. Dia mengatakan membunuh kawanan begal itu dalam keadaan terpaksa, karena kalau tidak melawan nyawanya akan melayang ketika diserang kawanan begal di jalan raya Desa Ganti.

“Kalau saya mati siapa yang akan bertanggung jawab. Jadi saya harus melawan,” katanya. (jpnn.com, 16/4/2022)

Inilah bukti bobroknya sistem buatan manusia. Sebuah kasus akan diperhatikan ketika sudah viral atau memakan korban. Disatu sisi kasus Amaq Santi perlu dilakukan penyetopan agar masyarakat tidak takut melawan kejahatan. Tapi disisi yang lain ada kekhawatiran dari penegak hukum.

Dari kasus Amaq Santi ini seharusnya masyarakat makin menyadari betapa tidak adilnya sanksi dari sistem demokrasi-kapitalisme. Sebab, hukum sanksi ini berasal dari akal dan kesepakatan manusia. Padahal, manusia adalah makhluk yang terbatas. Baik pengetahuan, ilmu dan lainnya. Alhasil, sistem yang dihasilkan bukan menyelesaikan masalah tapi malah menambah kegaduhan lainnya.

Berbeda dengan sistem Islam. Sistem sanksi yang diterapkan adalah sistem sanksi yang diberikan kepada siapapun tanpa pandang bulu. Sebab, sumber kedaulatan hukum berasal dari Dzat Yang Maha Adil. Sistem ini tidak mungkin diterapkan didalam negara yang tidak menerapkan sistem Islam. Melainkan, oleh negara dengan sistem Islam yakni Daulah Khilafah. Wallahu’alam bishowab[]