September 27, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Tri Marni (Sambas, Kalbar)

Pemerintah Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, memberikan dana hibah Rp 200 juta untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat sebagai bentuk apresiasi dan mendukung ulama dalam memperkuat pembangunan umat. (republika.co.id, 10/4/2022)

Dengan anggaran yang diberikan oleh pemkab, Bupati Sambas Satono meminta, MUI membuat program yang konkret dan tidak muluk-muluk, mulai dari pendataan jumlah masjid dan surau di seluruh Kabupaten Sambas. Data ini adalah sumber pembangunan. Semua program pembangunan pemerintah harus berdasarkan data.

MUI juga harus membuat buku khutbah agar dakwah bisa sampai ke pelosok desa. Silahkan susun tema yang strategis, bisa memacu pembangunan, meningkatkan kualitas iman dan taqwa masyarakat.

Alhamdulillah, pemkab peduli dengan ulama, Semoga dengan adanya dana hibah ini dapat di gunakan dengan baik dan tepat sasaran. Serta dapat membantu MUI menjalankan program-programnya dengan maksimal untuk kebangkitan umat.

Hibah secara bahasa berasal dari al-wahbah. Bentuk mashdar dari wahaba. Lalu diubah menjadi hibah. Maknanya adalah al-‘athiyah (pemberian). Dalam hal ini, hukum hibah itu juga mencakup sedekah dan hadiah. Sebabnya, menurut Imam asy-Syafii, semua hadiah dan sedekah merupakan hibah, tetapi tidak sebaliknya.

Makna hibah adalah pemberian, yakni tanpa kompensasi. Makna pemberian itu adalah pemindahan kepemilikan (tamlîk). Dalam pandangan Islam itu menjadi kewajiban negara untuk memberikan hibah kepada MUI, apalagi terkait hibah tersebut yang akan digunakan untuk menjalankan program-program MUI yang mengurusi urusan umat.

Namun perlu diingat kewajiban mendidik umat bukan hanya peran MUI, tetapi juga peran negara. Sehingga penggunaan atau pemberian dana hibah bukan sekali saja, tetapi setiap saat, bahkan digunakan untuk pendidikan agama untuk umat, karena sudha kewajiban negara untuk membina umat dengan dukungan para ulama.[]