September 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

.
Oleh: Kholid Mawardi, Aktivis Komunitas Follback Dakwah
.
.
Coki si penista Islam ini benar-benar menampakkan dirinya sebagai orang yang sangat nista dan terhina.
.
Selain tertangkap karena kasus narkoba, Coki pun ternyata hobi menonton video porno dan juga penyuka sesama jenis. Duh!
.
Di banyak tayangan yang diunggah di kanal youtube Pemuda Tersesat, Coki bersama Tretan dan Husein Ja’far tidak jarang menyampaikan pernyataan atau gurauan yang melecehkan bahkan menista ajaran Islam.
.
Narkoba, porno, L6BT dan menista ajaran Islam seolah paket komplet yang identik dengan Coki si pemuda tersesat ini.
.
Di alam demokrasi, Coki bukanlah sesuatu yang aneh. Justru Coki sejatinya adalah contoh hasil produk demokrasi.
.
Lho, kok bisa? Coba kita perhatikan lebih seksama dan penuh kejujuran dengan kacamata iman.
.
Demokrasi berasas sekulerisme, yaitu memisahkan aturan Tuhan dengan kehidupan. Dalam demokrasi samasekali tidak ada istilah halal dan haram.
.
Kalau sekiranya ada yang berpendapat bahwa yang seperti itu adalah demokrasi liberal dan beda dengan demokrasi di negeri ini, enggak, jelas enggak tepat!
.
Demokrasi apa pun modelnya tetap berasas sekulerisme yang abai terhadap keberadaaan aturan Allah SWT.
.
Kalaupun ada penganut demokrasi yang setuju pelarangan narkoba, menolak pornografi, benci L6BT serta tidak sepakat terhadap penistaan agama, sejatinya ia belum menjadi penganut demokrasi yang kaffah. Mungkin dia penganut demokrasi malu-malu.
.
Coba kita perhatikan. Apa hukum narkoba dalam demokrasi? Enggak jelas. Kalau parlemen menyatakan boleh, maka ‘halal’ lah narkoba. Lihat saja yang terjadi di New York Amerika Serikat. Pada bulan Maret 2021 telah disepakati ganja yang merupakan salah satu jenis narkoba legal dikonsumsi rakyatnya untuk bersenang-senang.
.
Kalau dalam Islam, narkoba apa pun jenisnya jelas haram.
.
Pornografi pun tumbuh subur di negara-negara demokrasi. Bahkan di negara ‘teladan’ demokrasi Amerika Serikat, bisnis maksiat ini legal. Di Amerika, keuntungan miliaran dolar AS bisa diraih dari bisnis haram ini.
.
Di Indonesia pun cukup membingungkan. Pornografi cukup subur dan tindakan untuk mencegah dan menghukum pun terlihat tidak serius. Terkadang malah aneh dan lucu. Siapa yang salah siapa yang ditindak.
.
Beda dengan Islam. Ini perbuatan haram dan akan ditindak secara tegas baik memproduksi, menyebarkan, membisniskan atau apa pun terkait pornografi.
.
Dalam masalah L9BT, demokrasi sangat memfasilitasi siapa pun yang punya kecenderungan seks menyimpang. Bahkan dianggap hak asasi yang harus dilindungi. Contohnya banyak negara-negara demokrasi yang melegalkan L6BT. Di Indonesia pun para pejuang demokrasi banyak yang mendukung L6BT, bahkan sebagai pelakunya.
.
Untuk urusan L6BT dalam Islam sangat tegas. Hukum mati bagi pelaku sodomi.
.
Nah urusan menista ajaran agama, demokrasi pun sebagai area yang sangat subur. Dengan alasan kebebasan, maka penistaan agama marak terjadi di alam demokrasi.
.
Kalau Islam sangat tegas. Bahkan kaum Muslim pun dilarang menista ajaran agama lain.
.
Jadi munculnya pemuda tersesat seperti Coki sangat wajar di alam demokrasi. Dan sangat mungkin pula muncul Coki-Coki lain di negara yang menganut demokrasi ini.
.
Masih mau lahir generasi seperti Coki? Kalau enggak mau, segera tinggalkan demokrasi![]