September 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

.
Oleh : Kholid Mawardi
.
.
Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia. Menurut data yang diunggah di www.globalreligiousfutures.org, pada 2020 diperkirakan mencapai sekitar 229 juta jiwa atau 87,2 persen penduduk negeri ini memeluk agama Islam.
.
Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim Indonesia terbesar di dunia. Alhamdulillah…
.
Sayangnya, potensi jumlah kaum Muslim yang sangat besar tidak diimbangi dengan pelayanan dan riayah negara dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan warganya.
.
Terkait dengan hal yang mendasar, membaca Al-Qur’an misalnya, data yang pernah disampaikan oleh Ketua Yayasan Indonesia Mengaji, Komjen Pol Dr (HC) Syafruddin menyampaikan, sebanyak 65 persen dari jumlah penduduk Muslim Indonesia tidak bisa membaca Al-Qur’an (republika.co.id, 21/4 2021). Miris!
.
Sejatinya, kondisi tersebut tidak terlepas akibat menjadikan demokrasi sebagai pilihan dalam sistem pemerintahan di negeri ini. Dengan berasas sekulerisme, demokrasi samasekali tidak peduli dengan urusan keimanan dan ketaqwaan kaum Muslim. Termasuk urusan membaca Al-Qur’an.
.
Kalau sekiranya peduli, seharusnya ada upaya serius yang dilakukan oleh negara untuk memprioritaskan salah satu urusan penting ini, yaitu menjadikan kaum Muslim bisa membaca Al-Qur’an.
.
Alih-alih berupaya serius mengupayakan bagaimana agar penduduk Muslim bisa terbebas dari buta aksara Al-Qur’an, yang ada justru menghambur-hamburkan anggaran senilai Rp21,7 miliar hanya sekadar untuk mengumumkan pembatalan pemberangkatan Haji 2021. Duh!
.
Coba kita bayangkan, kalau seandainya uang sebanyak Rp21,7 miliar dimanfaatkan untuk membiayai guru ngaji selama 1 tahun, dengan masing-masing mendapatkan Rp3 juta per bulan, maka bisa memberdayakan sekitar 602 orang guru ngaji.
.
Misal 1 guru ngaji bisa mengajarkan Al-Qur’an ke 20 orang, maka sekitar 12.000 orang insya Allah akan bisa terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. Langkah nyata dan berpahala.
.
Meskipun secara capaian pembebasan buta aksara Al-Qur’an masih sangat jauh dibanding dengan data yang ada, tapi paling tidak Rp21,7 miliar jauh lebih bermanfaat dibanding sekadar digunakan untuk biaya pengumuman.
.
Tapi, itu sekadar itung-itungan kalkulator orang awam saja sih. Tentu beda dengan hitungan kalkulator para pejabat yang mungkin jauh lebih canggih dan menguntungkan. Entahlah…[]