April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Fitri Khoirunisa, A. Md

 (Muslimah Back To Muslim Identity Comunity Pontianak)

Geliat ketakutan rezim semakin menjadi terhadap kebangkitan Islam yang semakin terlihat di Indonesia. Kebangkitan yang diinginkan oleh umat Islam yang rindu akan penerapan Islam untuk mengatur kehidupan.  Ketakutan penguasa semakin membabi buta ketika penayangan film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN) yang membuka fakta sejarah jejak Khilafah di Nusantara,  akhirnya di banned berkali-kali.

Saat ini pemerintah melalui Kemenag menyatakan Khilafah bukan ide yang dilarang, namun tidak boleh memiliki ide Khilafah bagi siapapun yang mau menjadi ASN, selain itu akan dicap radikal. Terlebih lagi, Kemenag berencana menjalankan program dai bersertifikat, yang salah satunya patut diduga untuk menjegal materi dan konten Khilafah bagi para penceramah. Semua ini menunjukkan kebijakan  Kemenag semakin ngawur.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi selain meminta kepada seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan untuk tak menerima peserta yang memiliki pemikiran dan ide mendukung paham Khilafah sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia juga meminta agar masyarakat yang mendukung ide Khilafah untuk tak perlu ikut bergabung sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).

“Pemikiran seperti itu [Khilafah] enggak usah diterima di ASN. Tapi kalau sudah diwaspadai sebaiknya enggak masuk ASN,” kata Fachrul dalam webinar ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’ di kanal Youtube Kemenpan RB, Rabu (02/09). (CNN Indonesia, 02/09/2020)

Fachrul Razi sebagai leading sektor penanganan radikalisme agama, makin nampak seakan menyalahkan Islam dan memojokkan pemeluk agama Islam yang taat syariat. Kenapa bisa terjadi demikian, ini yang perlu dipertanyakan, rezim pemerintahan kita saat ini sebenarnya berada di bawah kekuasaan siapa sekarang?  Kenapa mereka begitu takut dengan ajaran Islam?  Dan mengapa mereka begitu kukuh Ingin menutupi sejarah Khilafah dan Islam yang sebenarnya di Indonesia?

Film JKDN yang kita tonton bersama pada tanggal 1 Muharram 1442 H atau 20 Agustus 2020 M lalu, tidak ada sedikitpun jejak penyiksaan dan kesedihan atas penerapan Islam di Indonesia. Kita justru mendapati bahwa Khilafah memberikan kehidupan yang lebih baik, lebih memuliakan manusia dan melahirkan sosok pemimpin dan penguasa yang berakhlak mulia serta taat kepada Allah SWT.

Sungguh agenda deradikalisasi ini hanyalah kedok belaka yang di lakukan pemerintah untuk menutupi dan menghambat penegakan kembali Khilafah yang di rindukan oleh seluruh umat Islam. Umat Islam menginginkan kesejahteraan dan ingin melaksanakan ketaatan yang sempurna dengan menerapkan aturan Allah Sang Pencipta. Khilafah juga yang akan menggantikan kekuasaan yang tidak berlandaskan Islam.

Oleh karena itulah, para penguasa Barat penjajah dan pengikutnya menghalalkan segala cara untuk mengahalangi tegaknya Khilafah salah satunya melarang ASN memperjuangkan Khilafah. Bahkan melarang masyarakat untuk mengikuti tes ASN dan memecat ASN yang memiliki pemahaman Khilafah. Sungguh cara yang licik dan tak sesuai dengan penerapan kebebasan demokrasi yang mereka koar-koarkan.

Harus kita pahami bahwa Khilafah adalah bagian penting dari Islam. Tak ada ikhtilaf di kalangan ahlul ‘ilmi tentangnya, dan bahwa Khilafah merupakan fardhun wa wa’dun (wajib hukumnya dan telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya). Khilafah adalah ajaran Islam yang dalilnya telah banyak di dalam sumber-sumber syariah, baik Al-Quran, sunnah, ijma’ sahabat, maupun qiyas. Tidak ada alasan bagi kita untuk menolak Khilafah,  kecuali bagi mereka yang memang menolak syariah.

Wallahu’alam