September 27, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Ani (Sambas-Kalbar)

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat, Muslimat mengungkapkan, BKKBN siap untuk memfasilitasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang dibentuk oleh Kabupaten Sambas dalam upaya mewujudkan sinergi, sinkronisasi dan harmonisasi pengendalian kuantitas penduduk, kualitas penduduk, pembangunan keluarga, mobilitas persebaran penduduk dan administrasi kependudukan (kalbar.antaranews.com, 11/2)

Menurut Muslimat ada tiga unsur berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia yaitu, pendidikan, ekonomi dan kesehatan. GDPK adalah arah kebijakan yang dituangkan dalam program lima tahunan pembangunan kependudukan Indonesia untuk mewujudkan target  pembangunan kependudukan.

Menanggapi hal itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Sambas, Sunaryo mengatakan, GDPK merupakan suatu upaya bagaimana nanti Pemkab Sambas menginginkan kualitas hidup masyarakat Sambas dapat diandalkan. Hal itu merupakan upaya dalam rangka untuk mendukung proses  kegiatan kepemerintahan, kemasyarakatan maupun pembangunan.

Ia mengatakan, dampak lain GDPK terhadap Kabupaten Sambas adalah bagaimana pemerintah merancang untuk menciptakan kualitas sumber daya yang dikaitkan dengan indeks pembangunan Indonesia. Hal itu diukur dari berbagai aspek, diantaranya aspek pendidikan, kesehatan, pendapatan maupun aspek agama yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan.

Patut dipertanyakan, bagaimana pemerintah merancang kualitas sumberdaya bila dikaitkan dengan indeks pembangunan Indonesia yang diukur dari aspek pendidikan, kesehatan, pendapatan maupun agama? Bagaimana pula kementrian agama bisa memberikan pencerahan terhadap calon pengantin hingga siap melahirkan calon penerus sehingga terhindar dari stunting yang tergambar dalam 5 pilar, yaitu pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan administrasi kependudukan serta data penataan persebaran dan pengaturan mobilitas penduduk?

Padahal dalam Islam, kualitas manusia tidak hanya dinilai dari sisi materi semata, namun juga memperhatikan kualitas iman yang tentunya akan mempengaruhi bagaimana manusia menjalani kehidupannya. Termasuk yang paling utama ketika manusia dapat menyelesaikan masalah utama dalam kehidupan yaitu pertanyaan mendasar tentang hidup : darimana dia berasal, apa tujuan hidup, dan akan kemana setelah mati.

Penanaman aqidah ini tidak hanya diserahkaan kepada individu semata. Perlu ada seruan dari pemimpin negara dalam hal ini adalah pemerintah sehingga bisa mengajak manusia yang diurusnya dapat menghadapi dan menyelesaikan problematika kehidupan dengan pemecahan melalui pemikiran cemerlang.[]