September 28, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Yusuf Kushandiansyah (Remaja Muslim Pontianak)

Adzan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah panggilan kepada umat Muslim untuk menunaikan sholat dan juga sebagai pemberitahu kalau pada saat itu sudah masuk waktu pelaksanaan ibadah sholat.

Sejatinya suara adzan tidak asing di pendengaran kita, apalgi di negeri mayoritas Muslim. Sejak lahir kita pasti sudah mendengar suara adzan. Karena setiap Muslim lahir dari orang tua yang juga Muslim biasanya akan mengadzankan anak yang baru lahir itu. Jadi suara pertama yang terekam dalam benak kaum Muslim adalah suara adzan.

Kita juga dianjurkan untuk menjawab saat adzan berkumandang. Karena menjawab adzan seperti kita menjawab panggilan dari orang tua kita. Misalnya, ketika kita dipanggil orang tua kita apa yang harus kita lakukan? Paling tidak kita menjawab dengan kalimat “iya sebentar”. Bayangkan kalau kita tidak menjawab apa yang akan terjadi? Ya, orang tua kita pasti kecewa, bukan? Begitu juga dengan Allah SWT, yang merupakan Robb kita yang telah menciptakan manusia, maka ketika Allah SWT memanggil dalam bentuk seruan adzan jika tidak kita jawab, apa yang terjadi kira-kira?

Namun, akhir akhir ini kita mendengar kabar yang sangat menyayat hati umat Muslim. Bagaimana tidak, dulu suara adzan dibilang tak semerdu nyanyian kidung, tetapi saat ini seakan-akan panggilan adzan ada yang menganalogikannya dengan suara gonggongan anjing yang menyalak berbarengan. Astaghfirullah.

Anjing adalah hewan yang sangat buruk dan tidak berakal. Perumpamaan sesuatu dengan anjing tentu sesuatu itu adalah suatu keburukan. Padalah adzan adalah wahyu illahi yang diterima Rasulullah saw. Lafadz adzan juga mengandung  lafadz Allah. Berarti menganalogikan sesuatu yang mulia dengan sesuatu yang buruk bisa termasuk menghina panggilan Allah, dan merupakan perilaku yang buruk dan tidak berakal?

Adzan yang berkumandang di lima waktu, sejatinya ciri khas agama Islam. Karena adzan merupakan panggilan untuk menunaikan kewajiban kita sebagai umat Islam yaitu ibadah sholat. Sholat juga merupakan tiang agama, artinya keberadaan adzan itu penting bagi umat Islam. Karena kalau tidak ada adzan dari mana kita bisa mengetahui kalau sudah masuk waktu sholat?

Memang kadang kita dapat terbantukan dengan adanya jam, namun adanya jam juga kadang bisa membuat manusia lupa dengan waktu adzan. Biasanya kita keasyikan main HP dan lupa untuk melihat jam, sudah masuk waktu sholat atau belum? Hayo siapa yang masih seperti begitu? Tetapi lebih daripada itu adzan merupakan tuntutan syariah dari Rasulullah saw.

Jadi muncul pertanyaan kenapa adzan tidak diperbolehkan untuk berkumandang atau diatur volume suaranya? Apakah karena mengganggu umat beragama lain? Toh lonceng  yang ada digereja juga menggema, gong besar yang ada di vihara setiap jam berdentum, kenapa tidak dipermasalahkan? Atau karena ada yang kepanasan karena mendengar suara adzan?

Sepengetahuan saya, suatu kedamaian dan ketentraman akan terjadi di suatu negara dikarenakan masyarakatnya yang saling bertoleransi satu sama lain. Toleransi yang hakiki adalah dengan membiarkan umat lain menjalankan ibadahnya dan tidak mengganggunya. Lakum diinukum waliyadiin, “agamamu untukmu, agamaku untukku.” Artinya kedamaian akan terbentuk ketika kita umat beragama yang berbeda-beda saling menghormati satu sama lain. Dan penjagaan kehormatan ini dengan penerapan aturan Islam oleh negara, bukan aturan didasarkan hawa nafsu atau kepentingan tertentu.[]

Wallahu’alam