July 31, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Ummu Azwa

Miris, saat semua orang masih berjibaku hadapi pandemi, di Jakarta Selatan polisi mendapati sejumlah orang mengadakan pesta asusila sesama jenis. Kenyataan tersebut semakin menambah daftar panjang kekhawatiran, selain permasalahan kesehatan, ekonomi dan lainnya malah ditambah tindakan asusila yang meresahkan masyarakat.

Tidak hanya di ibu kota, tindakan asusila dan merebaknya komunitas LGBT ternyata juga menjalar ke berbagai daerah. Seperti yang terjadi di Kalimantan Barat khususnya Pontianak. Komunitas LGBT ternyata telah lama berkembang, selain dengan cara sembunyi-sembunyi bahkan ada yang sengaja terang-terangan. Sejak kepolisian mengungkap jaringan LGBT dan mengamankan tiga pelaku hingga pemantauan di sosial media, ditemukan ada komunitas gay cina di jalan Adi Sucipto yang memiliki dua ribu member yang menyasar anak di bawah umur, pelajar dan mahasiswa.(nesw.okezone.com 4/1/2018)

Hingga saat ini kegiatan asusila tersebut tetap harus diwaspadai. Pesta seks, yang dilakukan LGBT ataupun komunitas heteroseksual tetap merupakan perbuatan asusila yang dikecam dari segi agama, hukum maupun norma masyarakat, juga berpotensi menimbulkan dampak penyakit berbahaya, misalnya HIV AIDS.

Pemerintah dan segenap aparat harusnya lebih aktif dan tanggap dalam menyelesaikan permasalahan LGBT. Supaya tidak berkepanjangan dan berdampak luas serta menimbulkan keresahan sosial di tengah masyarakat.

Krisis moral terjadi diakibatkan merebaknya budaya barat yang kian menjerumuskan individu, keluarga dan masyarakat pada kerusakan. Belum lagi sistem sekuler yang atas nama HAM, sehingga tindakan amoral pun bisa dilegalkan. Maka tidak mengherankan jika perzinahan dan LGBT semakin meningkat dari hari ke hari tanpa rasa malu. Demikianlah potret yang menggambarkan kehidupan dengan sistem sekuler-kapitalis, kehidupan bebas tanpa aturan, dianggap hal yang wajar. Menjadikan manfaat sebagai asas kehidupan dan mengagungkan kebebasan, kebebasan berbuat sekehendak hati diatas segalanya menjadi pemicu munculnya berbagai pemikiran dan tingkah laku menyimpang.

Lemahnya pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam kaffah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi saat ini. Disorientasi hidup, hingga mudah menyerah pada keadaan bahkan terjerumus dalam kemaksiatan.

Ajaran Islam lambat laun kehilangan kekuatan sebagai penuntun dan pembeda antara hak dan kebatilan. Padahal Islam sangat sempurna memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia sehingga memberikan ketentraman, sebab Islam berasal dari Allah SWT, pencipta manusia yang memberikan aturan yang sangat lengkap guna menjaga manusia dari kerusakan, baik untuk individu, masyarakat , maupun negara. Islam diturunkan Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam, sesuai firman Allah SWT, “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan umtuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”
(QS. al-Anbiyaa’ ayat 107)

Wallahu a’lam