April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Episode Keempat

al-ustadz Hamad Thabib – al-Quds
Koran ar-Rayah, Rabu, 2 September 2020

Kita masih berbicara tentang masalah ketiga, yang menggerogoti ikatan masyarakat di Amerika, mengancam pemerintah federal secara keseluruhan dengan kehancuran total, dan juga banyak negara bagian Amerika Serikat dalam pemerintahan ini mengancam untuk memisahkan diri. Perkara itu adalah kemerosotan ekonomi yang sedang terjadi, dan besarnya gap antara besaran produk nasional dengan besarnya pengeluaran internal dan eksternal, yakni, besarnya hutang publik di Amerika, defisit anggaran, dan defisit neraca perdagangan.

Keruntuhan ekonomi -dalam arti ekonomi, angka dan statistik yang dikeluarkan oleh lembaga resmi- sudah terjadi secara riil di Amerika. Besarnya utang publik telah mencapai sekitar 22 triliun Dolar untuk tahun 2019 menurut data dari Departemen Keuangan AS, yang mencakup utang publik sebesar 17 triliun Dolar, dan utang lembaga pemerintah sebesar 6 triliun Dolar. Angka ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika Serikat. Kantor Kongres AS mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 2019 bahwa defisit anggaran tahunan mencapai 897 miliar Dolar meningkat 15,1 miliar Dolar. Produk domestik bruto AS turun pada kuartal kedua tahun 2020 ini sebesar 41,9%. Defisit anggaran menurut statistik yang dikeluarkan oleh Atlanta Federal Reserve Bank 2020 telah mendekati empat triliun dolar tahun ini. Tingkat pengangguran mencapai 14,7% dari total populasi.

Defisit dalam neraca perdagangan AS mencapai 261 miliar dolar, menurut statistik Departemen Perdagangan AS untuk tahun 2018. Angka kemiskinan di Amerika untuk tahun 2019 menurut statistik penilai kemiskinan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Philip Alston mencapai 41 juta orang, artinya sekitar 12,7 persen penduduk hidup dalam kemiskinan, sedangkan 18,5 juta orang hidup dalam kemiskinan ekstrim.

Keruntuhan dan degradasi ini ditutupi oleh Amerika dengan banyak kebijakan, termasuk kebijakan politik luar negeri. Yaitu dengan jalan membebankan sebagian beban kepada luar negeri dengan mengikuti kebijakan pengendalian moneter khususnya dengan menggunakan senjata pemerasan dolar yang mengontrol sistem moneter global, termasuk tekanan pada beberapa negara dan pemerintahan. Juga menerbitkan obligasi negara senilai miliaran dolar, dan menempatkannya di pasar dari waktu ke waktu, memeras negara berkembang, terutama negara penghasil minyak, dan mengendalikan penjualan senjata di wilayah pengaruh politik AS, termasuk memicu ketegangan dan perang di wilayah dunia. Serta memicu krisis-krisis politik … Juga ada cara pemerasan ekonomi lain yang digunakan Amerika untuk menutupi kekurangannya, yang tidak ingin kami bahas di sini.

Meski dengan semua itu, yaitu, meski dengan semua gerakan dari pemerintah federal itu, masalah muncul ke permukaan dari waktu ke waktu, dan Amerika tidak dapat menyembunyikannya. Seperti yang telah kami sebutkan, pandemi Corona telah mengungkapkan banyak hal dalam masyarakat di Amerika, yang terpenting adalah memburuknya aspek ekonomi. Situasi ini memperburuk keadaan ekonomi global, sejajar dengan penderitaan ekonomi Amerika. Karena pandemi ini bersifat global, dan tidak hanya terjadi di satu negara tanpa negara lain, hal ini mempersulit ekspor krisis ke luar negeri, menjadi perkara yang sulit dan hanya terbatas pada beberapa hal mengingat lingkungan ekonomi global yang memburuk akibat pandemi ini.

Pandemi Corona mempengaruhi ekonomi AS dengan jelas pada tahun 2020. Dan masalah semakin rumit secara signifikan. Statistik menunjukkan sejauh mana kehancuran yang ditimbulkan pada ekonomi ini sehubungan dengan pandemi. Pemerintah federal menjadi berada dalam situasi yang sulit dikarenakan terganggunya perusahaan-perusahaan, meningkatnya tingkat pengangguran, menyusutnya perdagangan luar negeri dan dalam negeri, dan menyusutnya produk nasional AS.

Kemerosotan ekonomi ini berbahaya bagi persatuan negara, dan bagi kemampuan pemerintah federal untuk mengendalikan situasi, terutama mengingat meningkatnya jumlah pengangguran dan semakin menipisnya lebih banyak dolar dan obligasi pemerintah. Dengan begitu meningkatkan ukuran utang publik yang sebelumnya telah membengkak yang melintasi semua garis merah.

Bahaya kedua: adalah kegelisahan yang terjadi pada beberapa negara bagian yang kaya, dan keluhan mereka tentang menanggung beban negara-negara bagian miskin. Hal itu disebabkan pandangan utilitarian individulis yang dihasilkan dari ide-ide kapitalisme, cinta diri dan tidak adanya ikatan ideologis.  Kemerosotan terus-menerus di dalam krisis berturut-turut ini memperingatkan hakikat revolusi di dalam masyarakat di Amerika dan juga memperingatkan revolusi di dalam negara-negara bagian yang menyerukan pemisahan diri dan meninggalkan federasi secara permanen.

4- Konflik politik yang berkecamuk antara dua partai besar, dan politik Presiden Trump saat ini dalam menghadapi krisis politik, dan mengobarkan benih perselisihan dan perpecahan pada bangsa Amerika khususnya pada tahapan pemilu kali ini:

Tabiat konflik yang terjadi di antara kedua partai besar akhir-akhir ini, terutama terkait iklim pemilu 2020 telah berubah menjadi sangat berbahaya, hingga mencapai titik pengkhianatan dan persekongkolan dengan pihak asing, khususnya masalah Pemilu 2016. Adapun terkait Presiden Trump, bukan rahasia lagi bahwa ketidakpuasan besar terjadi di sektor-sektor yang luas dari rakyat Amerika disebabkan kebijakan rasisnya, terutama terhadap orang kulit hitam, imigran dan etnis dari negara Asia.

Tabiat struktur tempat hidup rakyat Amerika memperingatkan akan terjadinya ledakan setiap saat. Terutama karena sejarah Amerika penuh dengan revolusi seperti itu pada awal pembentukannya. Beberapa negara bagian dari etnis tertentu telah mulai menyerukan pemisahan diri dan menjadikan kebijakan Trump yang kekanak-kanakan dan sembrono, serta penurunan ekonomi sebagai alasan untuk itu. Perkara ini akan memburuk secara signifikan dalam pemilu mendatang, terutama jika Trump menang.

5- Momok kelas yang menyebar di lingkungan Amerika, dan kontrol ekonomi terutama dari kelas satu persen yang menguasai kekayaan, pasar dan lembaga keuangan besar.

Bersambung ke episode 5
Baca episode 3

https://www.alraiah.net/index.php/political-analysis/item/5450-2020-09-01-20-56-36