April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : M. Thoha Japari (Pemerhati Remaja)

Sebagaimana dilansir dari Detik.com (2/9), polisi menggerebek pesta gay di Kuningan, Jakarta Selatan. Saat digerebek, ada 56 orang yang mengikuti pesta gay di apartemen itu. Pesta gay itu digerebek pada Sabtu (29/9) lalu.

Peristiwa ini sudah di luar akal sehat. Karena suatu penyakit tapi dibiarkan begitu saja, dan bahkan didukung. Maka wajar saja prilaku tersebut akan menyebar. Dan dampak yang diakibatkan prilaku menyimpang tersebut pastilah membawa dan menyebarkan penyakit yang dibuat nya.

Mengapa peristiwa ini masih terjadi dan terasa mudah untuk dilakukan? Tidak lain dikarenakan negara sebagai junnah dan penjaga perilaku masyarakat sangat lemah. Kontrol penguasa yang lemah dapat berupa dari aturan perundangan-undangannya yang berasal dari akal manusia. Akal manusia yang lemah tentu tidak akan mengetahui baik buruknya sesuatu karena tidak mengetahui hakikatnya.

Lantas bagaimana seharusnya umat islam menghadapinya? Islam memberikan panduan untuk membentuk masyarakat dan mencegah masyarakat agar tidak memiliki prilaku yang menyimpang. Diantaranya adalah dengan merubah masyarakat dengan membentuk pemikiran dan penerapan hukum-hukum Islam. Dan hal ini dilakukan dengan aktivitas dakwah ke setiap individu masyarakat tak terkecuali pemerintah tentang perilaku menyimpang tersebut dan untuk penerapan Islam.

Secara individu, maka umat Islam dapat memperbanyak dan mendekat serta mempelajari Al Qur’an sebagai pedoman. Dan secara pengetahuan, ingat di pelajaran biologi untuk menghasilkan keturunan tidak pernah ada perkawinan sejenis sesama manusia.

Oleh karena itu, kembali kepada buku panduan manusia yaitu Al Qur’an, dan mengikuti apa pun yang ada di dalam nya menjadi solusi bagi kita. Tidak hanya secara individu namun juga masyarakat dan negara. Allah SWT berfirman dalam AlQuran surah Toha 124 :

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” [TQS. Toha : 124]

Walhasil, janganlah buat aturan berdasarkan akal manusia, karena sejatinya manusia lemah maka akalnya pun lemah. Ambillah aturan yang sudah dibuat oleh pencipta manusia yang Maha Tahu dan Maha Kuasa, yaitu aturan Allah SWT. Dari sanalah penghidupan yang lebih baik yang akan kita dapatkan. Allah SWT berfirman :

Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allâh membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan” [TQS. Al-Anfâl 8:24]

Wallahualam