May 21, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Rahmatul Ainiyah (Pontianak-Kalbar)

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigadir Jendral Ahmad Nurwakhid mengatakan pernyataan presiden Jokowi Widodo terkait penceramah radikal merupakan peringatan kuat untuk meningkatkan kewaspadaan nasional.

“Sejak awal kami (BNPT, Red) sudah menegaskan bahwa persoalan radikalisme harus menjadi perhatian sejak dini, karena sejatinya radikalisme adalah paham yang menjiwai aksi terorisme. Radikalisme merupakan sebuah proses tahapan menuju terorisme yang selalu memanipulasi dan mempolitisasi agama,” ujarnya (www.antarakalbar.com, 05/03/2022).

Sungguh menjadi ironi bagi negeri ini yang mayoritas Muslim. Kita harus mendengar ulama lurus dianggap radikal, padahal para ulama tersebut bertugas memahamkan ajaran-ajaran Islam yang harus dimuliakan.

Sejatinya bahwa barat lah yang telah menggunakan radikal yang dikemas untuk menghantam Islam dan kaum Muslim yang ingin menerapkan Islam diseluruh aspek kehidupan. Namun barat tidak sendirian, akan tetapi melalui tangan penguasa-penguasa Muslim yang terus mengikuti arahan barat untuk menghadang kebangkitan islam dengan proyek radikalisme tersebut.

Karena kebangkitan Islam akan menjadi ancaman bagi barat dan penguasa sekuler. Dan Islam diopinikan hanya mengatur urusan spritual saja. Padahal  sejatinya hanya Islam lah yang mampu mengatur semua urusan di segala aspek kehidupan dunia.

Sejatinya kapitalismelah yang menjadi biang terorisme karena telah manciptakan ketidakadilan  ditengah-tengah umat. Maka dari itu seyogianya bukan radikalisme yang digulirkan, akan tetapi kapitalisme dan sekularisme sebagai ide dasar yang harus diaggap musuh.

Secara fakta, Islam sangat sempurna dan terbukti bisa mengantarkan peradaban mulia dan tertata dengan luar biasa yaitu dengan tegaknya sistem Khilafah Islamiyah. Khilafah juga mampu memberikan kesejahteraan dan memberikan keamaanan selama 13 abad lamanya menaungi 2/3 wilayah dunia. Jadi salah besar jika pengusung ide khilafah dituduh sebagai otak radikalisme atau teroris. Karena khilafah sendiri solusi terhadap aksi-aksi teror dengan beberapa mekanisme.

Khilafah juga akan membangun iman yang kuat melalui proses pendidikan. Ketika imannya kuat umat akan berusaha mengikatkan sikap dan perilakunya pada ajaran Islam dan tidak akan bertindak dengan hawa nafsu dan logika. Iman yang kuat ini menjadi benteng umat agar tidak terjerumus dengan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam seperti teror dan kekerasan.

Khilafah juga menerapkan islam secara kaffah. Semua aturan sesuai dengan Al Qur’an dan As sunnah. Penerapannya ke seluruh aspek kehidupan yang menghantarkan keberkahan dan kemuliaan hidup bagi seluruh warga negaranya.[]