October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Ahlan Wahsahlan Habibuna, Habib Rizieq Shihab (HRS) yang telah pulang kembali ke Indonesia dengan selamat. Namun tampaknya pemerintah menyikapi kepulangan tokoh besar Indonesia tersebut dengan sikap negatif. Bahkan beberapa diantaranya ada tuduhan bahwa kepulangan Habib Rizieq dikarenakan akan tahu akan dideportasi.

Sebagaimana dilansir dari laman mediaumat.news, Sabtu (7/11), Direktur HRS Center, Dr Abdul Choir Ramadhan, telah memberikan tanggapan dan menolak tuduhan tersebut. Menurutnya Habib Rizieq sebenarnya sudah mau kembali ke Indonesia sebelum masa visanya habis, namun ditahan oleh intelijen KSA karena ada larangan keluar dari Arab Saudi.

Jika memang benar overstay maka menurut hukum yang berlaku dirinya harus ditempatkan di rumah detensi imigrasi sebab dirinya berstatus deteni. Kemudian segera dideportasi dengan kewajiban membayar denda. Tetapi faktanya yang terjadi Habib Rizieq tidak masuk dalam rumah detensi dan tidak membayar denda. Dan selama di Arab Saudi Habib Rizieq tidak pernah melakukan pelanggaran apapun, bahkan pimpinan FPI tersebut diberikan hak khusus oleh Arab Saudi.

Habib Rizieq adalah seorang tokoh Islam yang besar, beliau juga mempunyai kekuatan politik yang mampu ikut dalam kancah perpolitikan dan sangat teguh dalam memperjuangkan kebenaran. Karena hal inilah penyebab kenapa pemerintah tampak memusuhi Habib Rizieq. Beliau juga konsisten dan teguh dalam amar makruf nahi mungkar. Apabila sikap pemerintah yang memusuhi seorang tokoh Islam terus terjadi maka bisa jadi umat Islam kembali marah, terutama karena fitnah-fitnah yang sering dilontarkan pemerintah kepada para ulama.

Menurut cendekiawan muslim, Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (MIY), antusiasme yang begitu besar dari umat Islam mencerminkan bahwasanya Habib Rizieq adalah tokoh yang kokoh dalam memperjuangkan kebenaran, dan keteguhannya dalam menyampaikan al-haq. Hal inilah yang membuat umat Islam rindu sehingga menyambut kepulangannya dengan antusias dan begitu rindu menunggu kepulangannya meskipun sudah tiga tahun di Kota Suci Mekkah tetapi tetap disambut antusias umat Islam dari Bandara Soekarno-Hatta hingga Petamburan Jakarta.

Salah satu bentuk kekokohan dan keteguhannya adalah menyampaikan al-haq yaitu ungkapan yang diucapkan dengan lantang dan jelas tanpa tedeng aling-aling di hadapan presiden dan menterinya, bahwa ayat suci harus di atas ayat konstitusi. Inilah menyampaikan al-haq, dan sekaligus menghapus yang bathil. Habib Rizieq juga termasuk ulama yang pernah menyampaikan dengan tegas bahwa umat harus memperjuangkan syariat, tegaknya Khilafah dan Khilafah itu adalah ajaran Islam. Tegas disampaikan di saat sekian banyak orang, tokoh, termasuk ormas Islam itu mencibir perjuangan tersebut.

Habib Rizieq juga merupakan tokoh yang melakukan perlawanan terhadap rezim yang jahat kepada umat Islam khususnya. Meskipun berkali-kali menghadapi kriminalisasi, namun perjuangan melawan rezim yang sedemikian rupa tidak pernah surut. Segala cara digunakan untuk menaklukkan Habib Rizieq, termasuk dengan istilah stick and carrot, stick itu berarti dengan kekerasan sedangkan carrot berbagai tawaran yang menggiurkan namun beliau tetap tidak goyah, semoga Allah SWT tetap memberikan keitiqomahan kepada beliau.

Konsistensi sikap ulama seperti inilah yang dapat mengawali perubahan dan yang diperlukan didalam perubahan. Termasuk di dalam melawan penguasa yang punya kejahatan dan penyimpangan. Sikap teguh dalam kebenaran yang dimiliki ulama ini juga yang akan menjadi kekuatan besar umat Islam nantinya dalam melawan kezaliman. Dan berharap energi kekuatan umat diarahkan pada perjuangan Islam.

Apa dan bagaimana perjuangan Islam tersebut? Hal ini berarti mengarahkan kepada penerapan Islam yaitu ayat suci di atas ayat konstitusi. Dan inilah yang harus menjadi perjuangan yang sungguh-sungguh sehingga betul-betul arah perubahan Indonesia ini akan menuju arah perubahan yang mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Ulama memainkan peranan penting, bahwa mereka menentang kezhaliman dan berupaya menghilangkan kesewenang-wenangan dengan berdiri tegap dan sikap berani menghadapi para penguasa yang zalim. Karena ulama, di sepanjang zaman, menginginkan agar para penguasa menerapkan hukum-hukum syariat Islam dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak ada lagi kesewenang-wenangan dan kezaliman.

Kewajiban ulama adalah mengingatkan dan mengkritik mereka yakni para penguasa dalam rangka menjaga generasi Islam dan memelihara urusan kaum Muslimin. Bahkan tindakan ini merupakan sikap pertolongan terhadap para penguasa tersebut, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw : “Tolonglah saudaramu yang zalim maupun yang dizalimi” Ada yang bertanya “Wahai Rasulullah, saya bisa menolong orang yang dizalimi, lalu bagaimana caranya menolong  orang yang zalim?” Beliau menjawab “Engkau larang dia berbuat zalim, itulah pertolonganmu terhadapnya.” (HR Bukhari)

Kehadiran ulama seperti ini juga yang diperlukan dalam perjuangan dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam. Para ulama  tetap tegas dan berani meluruskan penyelewengan. Bahkan sikap ini, sampai harus mengorbankan dirinya menghadapi ancaman penjara maupun nyawa demi menegakkan kalimat Allah.

Sebagian ulama juga ada yang menolak untuk campur tangan dalam pemerintahan terlebih lagi pemerintahan yang zalim, tidak lain dalam rangka menjaga suara ulama dalam menghadapi setiap kejahatan yang terjadi dan agar tidak melemah di hadapan penguasa. Sehingga orang-orang yang berbuat salah mau menyadari kesalahan dan segera bertaubat.

Rasulullah saw bersabda : “Setiap anak Adam berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah bertaubat.” Maka dari itu, bentuk pertaubatan yang harus dilakukan adalah dengan kembali melanjutkan kehidupan Islam dengan menerapkan syariah dalam naungan daulah Khilafah yang InsyAllah tidak lama lagi hal itu akan menjadi keniscayaan. Allahu Akbar. []

Wallahu’alam bis showwab