October 18, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Siapa saja yang mempelajari sirah Rasulullah Muhammad saw dan nash-nash syar’iyyah, maka akan mendapati bahwa dakwah Nabi saw berjalan dalam tahapan-tahapan. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut : tahapan pembinaan (tatsqif), interaksi dengan masyarakat (tafa’ul) dan penerimaan kekuasaan (istilam alhukm). Adapun yang dimaksud dengan titik permulaan dakwah di sini adalah awal tahapan pertama (tastqif) dan tempat di mana dimulai tahapan tersebut.

Ibnu Ishaq berkata, ”wahyu pertama kali yang diturunkan kepada Rasulullah saw terjadi pada bulan Ramadhan”, hal ini berdasarkan firman-Nya

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (TQS. Al-Baqarah: 185)

Setelah wahyu turun kepada Nabi saw, Allah SWT memerintahkan beliau untuk menyampaikan risalah sebagaimana firman-Nya

يَاأَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2)

Hai orang yang berkemul (berselimut),  bangunlah, lalu berilah peringatan! (TQS. Al-Mudatstsir: 1-2)

Rasulullah saw mulai menyeru orang-orang kepada agama Allah dengan menantang, terus terang dan penuh keimanan kepada al-haq yang beliau emban. Dengan risalah itulah beliau saw menantang seluruh dunia, mendeklarasikan agama Islam kepada orang-orang berkulit merah dan hitam tanpa memperhitungkan sedikitpun tradisi, agama, kepercayaan dan hukum-hukum yang sudah ada. Beliau saw tidak memperhatikan apapun kecuali risalah Islam.

Rasulullah saw menyeru manusia untuk menyembah Allah SWT semata, memeluk akidah Islam dan menerapkan hukum-hukumnya dalam seluruh aspek kehidupan. Beliau saw menantang kepercayaan dan kebodohan kaum kafir dan musyrikin, padahal saat itu beliau hanya sendirian tanpa penolong dan senjata kecuali keimanan yang mendalam kepada Allah SWT dan Islam yang diemban.

Titik permulaan dakwah Nabi Muhammad saw adalah Mekkah. Di Mekkah beliau diutus oleh Allah SWT sebagai nabi dan rasul. Allah SWT mengutus beliau saw kepada seluruh manusia, sebagaimana firman-Nya

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا

Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan (TQS. Saba’:28)

Sebagaimana juga terdapat dalam firman-Nya yang lain :

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua (TQS. al A’raf: 158)

Hanya saja Allah SWT menuntut beliau saw untuk memulai dakwah terhadap kaumnya terlebih dahulu. Allah SWT berfirman :

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (TQS. asy Syuara: 214)

Begitulah Rasulullah SAW telah menjadikan Makkah sebagai titik permulaan dakwah. Rasulullah saw tidak keluar dari Makkah selama tiga tahun tahapan pertama dakwahnya.

Wallahu a’lam bi ash shawab

Rujukan :

[1] Ibnu Ishaq, asSirah anNabawiyyah

[2] Muhammad Husain ‘Abdullah, athThariq asySyar’iyyah li Isti’naf alHayah alIslamiyyah

[3] Muhammad Ahmad an-Nadi, Taysir alWushul ila Sabil a Rasul Shallallahu ‘alayhi wasallam