May 19, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Yeni (Pontianak-Kalbar)

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Kemendag) berinisial IWW sebagai tersangka kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng. Adapun tiga tersangka lainnya tersebut berasal dari pihak swasta, yakni Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia berinisial MPT, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup (PHG) berinisial SMA, dan General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas berinisial PT (wartapontianak.pikiran-rakyat.com, 19/4).

Penetapan keempat tersangka tersebut disampaikan langsung Jaksa Agung ST Burhanuddin. Menurut dia, perbuatan para tersangka menyebabkan kerugian perekonomian negara. “Kami menetapkan tersangka 4 orang pejabat eselon 1 pada Kemendag berinisal IWW, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag telah terbitkan secara melawan hukum persetujuan ekspor terkait CPO dan produk turunnya,” ungkap Burhanuddin.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga minyak goreng merangkak naik sejak akhir Oktober 2021. Makanya Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPP APPSI) turut kaget bahwa dibalik problem ini ada tersangka kasus izin ekspor minyak goreng di kementrian. Meski ada dalih dari Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan bahwa kenaikan harga minyak goreng dalam negeri dipicu adanya kenaikan harga CPO dunia. Terus mencari kesalahan pihak lain, namun tak mencium aib di instansi sendiri.

Oknum yang menimbun dan menyelundupkan komoditas minyak CPO ke luar negeri sangatlah berpengaruh akhirnya terjadi kelangkaan minyak goreng, utamanya minyak goreng kemasan di toko-toko ritel hingga pasar rakyat. Dugaan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi terkait adanya para mafia akhirnya terbukti. Inilah satu bukti lagi bagaimana di kalangan pejabat negara sendiri mengambil kesempatan ditengah kesempitan yang dialami rakyat. Sungguh hina dan sudah mati rasa peduli di tengah krisis ekonomi di negeri ini.

Canggihnya trik mafia migor dan bukti kekalahan negara pengekor kapitalis dalam menata perekonomian semakin membuat para kapitalis berjaya, rakyat merana. Islam harus hadir menggantikan sistem kapitalisme ini.

Di dalam sistem Islam, urgensi ekonomi sebagai ilmu dan sistem sangat dipengaruhi dengan kepemimpinan yang menerapkan syariat Islam. Penimbunan jelas dilarang, permainan pasar, spekulasi produksi dan pemanfaatan kelangkaan akan dicegah. Serta tegasnya memberi hukuman kepada pihak-pihak yang melakukan aktivitas tersebut. Sehingga jaminan atas akses dan pemenuhan kebutuhan rakyat akan terwujud.[]