April 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam insyaAllah akan menayangkan secara rutin rubrik Sirah Nabawiyah. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mengenal lebih dalam Rasulullah SAW juga terkait berbagai macam aktivitas beliau juga para sahabat. Peristiwa-peristiwa penting mulai dari kelahiran, masa kecil, dewasa, menerima wahyu, periode awal dakwah, hijrah ke Yastrib dan mendirikan negara Madinah hingga wafatnya. 

Rubrik Siroh ini akan diasuh oleh Ustadz Doni Purwanto, salah satu pengasuh Ma’had Inhadul Fikri Pontianak. Berikut hasil wawancara singkat BerandaIslam dengan ust Doni Purwanto

1. Bisa dijelaskan apa itu pengertian Sirah Nabawiyah?

Secara istilah, Sirah Nabawiyah berarti sejarah kehidupan baginda Muhammad SAW mulai dari kelahiran sampai wafatnya beliau. Secara garis besar, sirah nabawiyah meliputi tiga periode yaitu masa kelahiran hingga pengutusan sebagai nabi dan rasul, masa pengutusan hingga hijrah, masa hijrah hingga wafat. Adapun periode pertama merupakan masa penyiapan beliau saw sebagai nabi dan rasul. Periode kedua menjelaskan  dakwah beliau ke tengah-tengah masyarakat Makkah. Sedangkan periode ketiga menggambarkan aktivitas beliau sebagai kepala negara di Madinah.

2. Sejauh mana kaum muslimin perlu mempelajari Sirah Nabawiyah?

Sebagaimana definisinya, tentu sirah nabawiyah tidak bisa dilepaskan dari aspek historis. Sebagaimana Syaikh Sa’id Ramadhan al Buthi mengatakan bahwa sirah nabawiyah ditulis bukan sekedar untuk mengenang sebuah sejarah, atau menceritakan kisah-kisah luar biasa dalam perjalanan hidup baginda SAW. Akan tetapi, tujuan mempelajari sirah nabawiyah semata agar kaum Muslim tergambar hakikat Islam secara keseluruhan yang termanifestasi dalam kehidupan Muhammad SAW. Artinya, tujuannya tiada lain ada pada aspek penerapan, agar kaum Muslim bisa mengetahui bagaimana hidup dengan Islam semata sebagaimana yang dicontohkan baginda SAW.

Hakikatnya, sirah nabawiyah tidak hanya tentang aspek historis, tapi yang paling penting di sana ada aspek tasyri’i (pensyari’atan berbagai macam perkara). Wajib bagi kaum muslim meneladani baginda Muhammad SAW sedangkan meneladani beliau SAW tidak akan sempurna bisa dilakukan tanpa kita mempelajari sirah kehidupan beliau, maka mempelajari sirah nabawiyah adalah wajib.

3. Apa korelasi mempelajari sirah dengan meraih kebangkitan di masa mendatang?

Tampaknya inilah topik yang paling penting dan relevan dengan kondisi kaum Muslim saat ini. Kondisi keterpurukan dalam segala bidang kehidupan, kehidupan yang rusak, ketertindasan dan sebagainya. Kondisi yang tidak sesuai dengan predikat khoiru ummah yang disematkan Allah SWT. Kondisi seperti inilah juga yang menimpa Arab dahulu, hidup dalam ketertindasan dan tradisi jahiliyah (tidak diatur dengan hukum Allah SWT). Lalu dengan dakwah rabbani, baginda SAW berhasil membangkitkan bangsa Arab, mengantarkannya menjadi pemimpin dunia dengan menyebarkan risalah Islam. Maka mempelajari sirah nabawiyah dalam konteks kaum Muslim saat ini secara khusus, adalah meneladani bagaimana metode beliau dalam membangkitkan umat, sebagaimana yang telah beliau lakukan khususnya pada bangsa Arab.

4. Bagaimana peluang pembelajaran sirah atau sejarah Islam di kalangan masyarakat modern sekuler hari ini.

Kaum Muslim harus benar-benar sadar bahwa Barat sangat memperhatikan urusan tastqif kaum Muslim. Mereka tahu betul apa yang bisa membangkitkan kaum Muslim dan mengantarkannya pada kursi kepemimpinan dunia sebagaimana dahulu. Lalu, mereka mengintervensi khususnya dalam sistem pendidikan kita agar kaum Muslim belajar sebagaimana yang mereka inginkan. Menanamkan sekulerisme dalam pendidikan merupakan metode terbaik mereka dalam hal ini. Akhirnya kaum Muslim belajar Islam untuk perihal privat saja, bahkan punya keyakinan bahwa Islam hanya mengatur urusan rukun Islam semata. Di luar itu, kaum Muslim “dipaksa” mempelajari tsaqafah Barat, sistem hidup, gaya hidup bahkan sejarah mereka. Sejarah Islam, termasuk sirah nabawiyah dipelajari hanya dari aspek historis semata selain mereka melakukan distorsi pada kebenarannya. Oleh karena itu, informasi keIslaman termasuk sirah nabawiyah yang telah diterima kaum Muslim saat ini harus diarahkan pada aspek penerapannya dalam kehidupan, selain tentu saja dengan memperhatikan validitas periwayatannya. (PY)